#keamanan

Polresta Perkuat Patroli di Titik Rawan dan Hunting Reskrim

( kata)
Polresta Perkuat Patroli di Titik Rawan dan Hunting Reskrim
Kapolresta Bandar Lampung Kombes Yan Budi Jaya.Dok. Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Polresta Bandar Lampung mengambil sejumlah upaya guna meminimalkan angka kriminalitas yang mulai marak di Bandar Lampung. Upaya yang dilakukan, seperti preemtif dan preventif, selain upaya penangkapan pelaku.

Kapolresta Bandar Lampung Kombes Yan Budi Jaya mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah minimarket untuk segera memberikan informasi, jika ada kejadian pencurian kendaraan bermotor. Kemudian, guna mengantisipasi pencurian toko emas, para pemilik juga telah berkoordinasi dengan aparat untuk mengantisipasi.

"Upaya-upaya sudah dijalankan sebenarnya baik preemtif dan preventif, patroli pagi, siang sore, sudah ada, bahkan malam ada patroli gabungan," ujar Kapolresta, Jumat, 15 Mei 2020.

Langkah preemtif yang sudah berjalan dan diperkuat, yakni penguatan fungsi unit keamanan dari Sat Intelkam dalam memberikan informasi deteksi dini dan pemetaan potensi tindak pidana. "Unit Sat Intelkam terus berkoordinasi dengan fungsi reskrim dalam memberikan informasi dan sudah banyak juga penindakan dan penangkapan pelaku. Iya mendekati Idulfitri, memang kerap kriminalitas muncul," kata alumnus Akabri 1996 itu.

Langkah preventif yang lebih diperkuat, yakni peningkatan patroli Sabhara dan penguatan bhabimkamtibmas dalam melakukan patroli di wilayahnya. Bila ada kejadian, ia berharap masyarakat segera melapor karena mempermudah petugas dalam mengejar para pelaku. Kemudian, penambahan kunci pengaman dan alarm pada kendaraan.

"Khusus Sabhara terutama malam hari, kami 87-kan lagi agar patroli lebih speisifik, khususnya di jalur-jalur rawan kriminalitas. Tim tangkal (patroli motor), kita push ke titik-titik yang tak bisa dilalui mobil (jalur tikus pelaku)," ujarnya.

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Rossef Efendi mengatakan pihaknya terus memaksimalkan upaya penindakan pelaku kejahatan.

"Dari fungsi reskrim, kami sudah berusaha maksimal, kami telah melakukan banyak pengungkapan kasus, sesuai laporan. Kami terus menyelidiki perkara yang lain, bahkan perkara lama yang pelakunya sudah berstatus DPO pun sudah ada yang ditangkap," ujarnya, Kamis, 14 Mei 2020.

Rossef menambahkan upaya dari fungsi reskrim tanpa menunggu adanya laporan terus dilakukan setiap hari. Yakni, fungsi reskrim melakukan hunting, yakni Tim Khusus Antibandit (Tekab 308), menelusuri wilayah Bandar Lampung, melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang mencurigakan.

Kemudian jalur hunting reskrim pun berubah-ubah sesuai dengan keadaan, namun jalur-jalur yang kerap terjadi kejahatan jalanan, jadi titik  utama. Misalnya, jalur yang kerap terjadi penjambretan, yakni Jalan Gatot Subroto (Garuntang), Jalan Diponegoro (sepanjang Lungsir hingga ke Bank BI).

Kemudian jalur-jalur pencurian kendaraan bermotor yang kerap menggunakan jalur panjang untuk melarikan diri, seperti di wilayah Kedaton dan Rajabasa. "Hunting reskrim terus berjalan," katanya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar