#ott#hukum#pungli

Polresta Masih Memeriksa 3 Pegawai Dinas Perizinan yang Terjaring OTT 

( kata)
Polresta Masih Memeriksa 3 Pegawai Dinas Perizinan yang Terjaring OTT 
Terlihat orang yang diduga pelaku yang terkena OTT hilir mudik ke WC dan ruangan penyidik.Lampost.co/Asrul Septian Malik

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Unit Tipikor Satreskrim Polresta Bandar Lampung terus memeriksa tiga orang dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayan Terpadu Satu Pintu Lampung. Proses pemeriksan dilakukan lantai 3 ruang Unit Tipikor Satreskrim Polresta Bandar Lampung, Selasa sore, 29 September 2020.

Awak media diminta anggota Propam Polda Polresta Bandar Lampung untuk tidak menunggu di selasar ruang Tipikor atau lantai III Satreskrim Polresta Bandar Lampung dan diarahkan untuk menunggu di lantai satu.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Resky Maulana membenarkan proses pemeriksaan masih terus berlanjut. Tiga orang, yakni dua kabid dan satu staf masih diperiksa secara intensif. 

Pemantauan Lampost.co, terlihat dua orang yang diduga pelaku yang terkena OTT hilir mudik ke WC dan ruangan penyidik. "Masih dalam proses pemeriksaan," ujarnya via ponsel.

Berita terkait: Pegawainya Terkena OTT, Kepala Dinas PMPTSP Panik

Resky berjanji usai gelar perkara atau 1 x 24 jam dari proses penangkapan, Polresta bakal memaparkan kasus tersebut, apa ada penetapan tersangka atau tidak. "Kalau sudah kami paparkan," katanya.

Sebelumnya, Polresta Bandar Lampung melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap tiga orang dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayan Terpadu Satu Pintu Lampung, pada Selasa, 29 September 2020. Informasi yang didapat, dua orang diduga terkait pungli dan satu orang sebagai saksi.

Kondisi kantor dinas tersebut dalam keadaan sepi, meski ada beberapa pegawai yang masih berada di lokasi dan membenarkan peristiwa operasi tangkap tangan tersebut.

"Iya, Bang, tadi ada polisi, cuma enggak tahu dari mana, yang ditangkap kabid inisial N dan kasubidnya (kasi) inisial D," kata salah satu pegawai di dinas setempat yang tidak mau identitasnya disebutkan.

Penelusuran Lampost.co, N berinisial NY dengan jabatan kabid Penyelenggara Perizinan dan Nonperizinan A. Ia belum lama menjabat sebagai kabid, sebelumnya ia menjabat sebagai kasi di bidang yang sama. Sementara inisial D (wanita) belum diketahui secara rinci jabatan.

Informasi yang dihimpun, OTT tersebut terkait uang pelicin surat izin pengambilan air (SIPA). Barang bukti yang diamankan dikabarkan sekitar Rp20 hingga Rp50 juta, namun belum bisa dipastikan.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar