#ott#korupsi#hukum

Polresta Kirim SPDP ke Kejari, Berkas OTT Dinas Penanaman Modal Terus Dilengkapi

( kata)
Polresta Kirim SPDP ke Kejari, Berkas OTT Dinas Penanaman Modal Terus Dilengkapi
Ilustrasi.Dok. Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Satreskrim Polresta Bandar Lampung hingga kini masih terus melengkapi berkas perkara operasi tangkap tangan (OTT) pegawai Dinas Penanaman Modal dan Pelayan Terpadu Satu Pintu Lampung. Surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) sudah dilayangkan ke Kejari Bandar Lampung.

Dua pelaku yang diamankan, yakni Nirwan Yustian (50), kabid Penyelenggara Perizinan dan Non-Perizinan A, dan Edi Efendi, staf fungsional bidang tersebut. Sementara inisial D, selaku kasi berstatus sebagai saksi. Dari tangan pelaku diamankan barang bukti, yakni lima unit ponsel, satu berkas surat permohonan izin (SIP) dan surat izin pemanfaatan air tanah (SIPA), uang Rp25 juta (fee) serta empat rangkap SIP dan SIPA untuk pengeboran PT Lautan Teduh Interniaga, dan dua tanda terima berkas permohonan izin Lautan Teduh Interniaga.

"Masih melengkapi berkas perkara," ujar Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Resky Maulana, Senin, 12 oktober 2020.

Sementara, Kanit Tipikor Satreskrim Iptu Edi Yulianto memaparkan pihaknya telah mengirimkan surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) ke Kejari Bandar Lampung. "SPDP sudah dikirim, kami masih melengkapi berkas pekara guna pelimpahan tahap pertama," ujarnya.

Edi memaparkan total ada enam saksi yang telah diperiksa. Dalam waktu dekat pihaknya juga akan memeriksa saksi tambahan dari ahli pidana dan ahli komunikasi (IT). "Berkas masih kami lengkapi, saksi-saksi sudah diperiksa, masih ada saksi yang nanti diperiksa," katanya.

Dia menjelaskan Polresta hingga saat ini tidak menangguhkan penahanan keduanya, yang terjaring operasi tangkap tangan. "Mereka masih ditahan," katanya.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar