#kriminal#penipuan#tenagaHonorer#beritalampung

Polresta Kaji Kasus Penipuan Tenaga Honorer Dishub

( kata)
Polresta Kaji Kasus Penipuan Tenaga Honorer Dishub
Ilustrasi. (Dok.Lampost.co)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Satreskrim Polresta Bandar Lampung masih mengkaji apakah adanya unsur pidana dari dugaan penipuan dan penggelapan dengan terlapor HN, ASN Pemkot Bandar Lampung, yang kini berdinas di Badan Ketahanan Pangan.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Rossef Efendi mengatakan pihaknya masih mengkaji apakah unsur penipuan dan penggelapan sebagaimana dalam Pasal 378 Subpasal 372 KUHP terpenuhi. Sebab, sebelumnya ada semacam perjanjian dan upaya mediasi antarpelapor yakni Andi Wijaya dan HN selaku terlapor.

Berita Terkait: Dijanjikan Jadi Pegawai Honorer, Juru Parkir ini Tertipu Rp20 Juta

"Kan laporan baru kemarin masuk ke meja saya, sementara kita lidik dulu, untuk cari ada unsur pidananya apa enggak," ujar Rossef, Selasa (29/1/2019).

Dalam waktu dekat Rossef berencana memanggil beberapa saksi, baik saksi pelapor dan saksi lainnya yang mengetahui peristiwa tersebut. Terlapor juga dalam waktu dekat bakal dipanggil. "Kita panggil saksi-saksi nanti," katanya.

Sementara itu, Deswandi Aidiyan, kuasa hukum Andi, dari kantor hukum Deswan, RH Hasibuan and Patner mengatakan sebelum dilakukan Pelaporan dengan Nomor LP/B-1/413/1/2019/LPG/SPKT/Resta Balam tanggal 27 Januari 2019 pihaknya sudah melakukan mediasi. Pelaku berjanji akan mengembalikan uang itu pada (8/1/2019), tapi hingga saat ini tidak jelas.

"Sebelum kami tindak pindana penipuan dan penggelapan sudah kami lakukan mediasi tapi akhirnya sepakat akan mengembalikan uang Rp20 juta dengan bukti tertuang dalam kuitansi," katanya. 

Asrul Septian Malik*



Berita Terkait



Komentar