polrestaasusila

Polresta Bentuk Tim dan Siapkan Ruangan Trauma Healing

( kata)
Polresta Bentuk Tim dan Siapkan Ruangan Trauma Healing
Kapolresta Bandar Lampung Kombes Yan Budi Jaya.

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Polresta Bandar Lampung akan membentuk tim khusus trauma healing. Hal ini terkait maraknya peristiwa asusila yang kerap melibatkan perempuan dan anak sebagai korban di Kota Bandar Lampung. Tim itu nantinya di bawah unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Bandar Lampung.

"Kita buat tim konseling dan ruang konseling. Setiap ada korban asusila perempuan dan anak maupun tersangka anak, nanti ada tim dari polwan yakni tim trauma healing," ujar Kapolresta Bandar Lampung Kombes Yan Budi Jaya, Jumat, 4 September 2020.

Menurut Yan Budi, tim sudah dibentuk, termasuk ruangan khusus yang akan dijadikan tempat trauma healing juga sudah disiapkan. Ruangan yang dimaksud Yan Budi, ruang kosong di sebelah ruang unit PPA Satreskrim Polresta Bandar Lampung, yang sedang dalam proses pembanguhan.

"Tim sudah dibentuk, ruangan sudah ada, namun sebenarnya sistem (trauma healing), sudah lama berjalan di unit PPA," katanya.

Polresta Bandar Lampung juga bakal berkoordinasi atau bekerjasama dengan lembaga perlindungan anak di kota Bandar Lampung dalam pembentukan tim trauma healing.

Berdasarkan catatan lampost.co, ada beberapa perkara asusila yang ditangani di wilayah hukum Polresta Bandar Lampung, dengan korban anak di bawah umur.

Di antaranya kakek bernama berinisial HB (63), warga Telukbetung Timur diduga telah mencabuli balita berinisial N (6) tahun. Dari keterangan orang tua korban terhadap LPA Bandar Lampung, diduga pelaku sudah 4 kali berbuat asusila terhadap korban. Perbuatan bejat pelaku dilakukan terakhir kali pada 20 Mei 2020. Pelaku ditangkap pada 28 Juli di kediamannya usai orang tua korban melapor.

Kemudian, Polres Kedaton menangkap pelaku pencabulan bernama Iswanto (35), warga Gunung Batin, Sungkai Utara, Lampung utara. Ia ditangkap pada 25 Juli 2020, karena mencabuli gadis remaja berinisial A (17), asal Bandar Lampung. Keduanya kenal lewat sosial media facebook.

Selain itu, Polsek Telukbetung Timur juga menangkap pelaku pencabulan bernama Medi (19), warga Telukbetung Timur pada 6 Mei 2020. Pelaku ditangkap karena mencabuli korban R (12), di pantai Purigading. Pelaku ditangkap berdasarkan laporan orang tua korban, yakni Nomor LP / 173-B/ V/ 2020/ LPG / SEKTOR TBT.

Winarko



Berita Terkait



Komentar