#beritalampung#beritalampungterkini#hukum#penimbunanbbm#penimbunansolar

Polresta Bandar Lampung Terus Lengkapi Berkas Perkara Penimbunan BBM Solar Bersubsidi

( kata)
Polresta Bandar Lampung Terus Lengkapi Berkas Perkara Penimbunan BBM Solar Bersubsidi
Foto Ilustrasi. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Satreskrim Polresta Bandar Lampung terus melengkapi berkas perkara kasus penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi solar. Pihaknya sudah meleimpahkan tahap satu dua tersangka, yakni HT (33) dan DP (22).

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Dennis Arya Putra mengatakan saat ini pihaknya masih melengkapi berkas perkara dan akan kembali melimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar Lampung. "Sudah pelimpahan tahap satu berkas perkaranya ke Kejaksaan Negeri Bandar Lampung. Saat ini kami sedang melengkapi lagi sesuai petunjuk jaksa," ujarnya, Kamis, 29 September 2022.

Baca juga: Eksepsi Terdakwa Korupsi Jembatan Waybatu Ditolak 

Dia melanjutkan pihaknya juga sedang meminta keterangan saksi ahli atas kasus penimbunan solar yang melibatkan kedua tersangka. "Kemarin minta keterangan saksi ahli," ujarnya.

Setelah itu pihaknya akan kembali mengirim berkas perkara ke Kejari jika sudah lengkap (P21).

Sebelumnya, Satreskrim Polresta Bandar Lampung mengirimkan sampel minyak solar kepada PT Pertamina untuk diteliti dalam kasus penimbunan dua ton solar. Tujuan uji laboratorium di Pertamina tersebut untuk mengetahui apakah minyak solar tersebut minyak bersubsidi atau industri

"Kami akan cek di Laboratorium Pertamina, terhadap BBM yang diangkut, apakah itu BBM subsidi atau nonsubsidi," ujarnya.

Jika nanti hasilnya yang ditimbun adalah BBM bersubsidi, pelaku dapat dikenakan Undang-Undang Minerba dengan ancaman maksimal enam tahun penjara.

"Kalau hasilnya solar industri atau nonsubsidi, beda lagi pasal yang diterapkan, kita lihat juga nanti distribusi dan peruntukannya," katanya.

Modus pelaku untuk menghindari kecurigaan petugas SPBU dan polisi membeli BBM di beberapa SPBU secara acak dengan pembelian tidak terlalu banyak.  "Memenuhi tangki yang sudah dimodifikasi di dalam mobil tersebut. Biasanya para pelaku membeli BBM di 5—20 SPBU setiap hari," katanya.

Sementara otak pelaku penimbun solar masih dalam pengejaran polisi yang keberadaan belum diketahui petugas. "Pengakuan mereka solar tersebut akan dijual kembali ke pengecer," ujarnya.

Selanjutnya, barang bukti yang diamankan ialah 1 unit mobil Colt Diesel warna kuning, satu unit mobil Isuzu Panther yang di dalamnya terdapat  satu tangki yang terisi 59 liter solar bersubsidi berikut alat penyedot. Selain itu, 2.000 liter solar timbunan.

"Ada pula uang tunai Rp6,47 juta untuk pembelian BBM solar bersubsidi," ujarnya.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar