#beritalampung#beritalampungterkini#kriminal#narkoba#sabusabu#penyalahgunaannarkoba

Polresta Bandar Lampung Gulung 9 Pelaku Penyalahgunaan Narkotika dalam Sepekan

( kata)
Polresta Bandar Lampung Gulung 9 Pelaku Penyalahgunaan Narkotika dalam Sepekan
Kasat Narkoba Polresta Bandar Lampung Kompol Gigih Andri Putranto menunjukkan barang bukti dan para tersangka dalam gelar perkara di Mapolresta setempat, Rabu, 23 November 2022. Lampost.co/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Satres Narkoba Polresta Bandar Lampung mengamankan sembilan pelaku penyalahgunaan narkoba. Petugas juga menyita beberapa barang bukti, seperti 20,22 gram sabu, 187,41 gram ganja kering, ponsel, dan timbangan digital.

Kasat Narkoba Polresta Bandar Lampung  Kompol Gigih Andri Putranto mengatakan pengungkapan itu dilakukan dalam kurun waktu sepekan, yakni 18—23 November 2022. "Tersangka yang diamankan, yakni Dedes (38), warga Bumiwaras; JH (30), warga Kedaton; YN (30) dan RH (38), warga Gedongair; DP (18) dan MRA (24), warga Sam Ratulangi; SMR (20), warga Segalamider; AS (36), warga Bumiwaras; dan RD (19), warga Kedaton, diamankan dengan peran masing-masing," katanya dalam gelar perkara di Mapolres setempat, Rabu, 23 November 2022.

Baca juga: Timah Panas Lumpuhkan Pencuri yang Melawan Saat Ditangkap

Gigih mengatakan pengungkapan kasus itu berawal dari laporan masyarakat yang mengetahui adanya transaksi narkoba yang kerap dilakukan di Jalan Raden Imba Kusuma, Kelurahan Sumberrejo Sejahtera, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung. Lalu tim Opsnal ke lapangan untuk menangkap pelaku utama yakni JH (30), warga Penengahan, Kecamatan Kedaton.

“Dari JH ditemukan tujuh plastik klip berisikan kristal bening berat 1,90 gram dan satu plastik klip warna biru ukuran sedang berisikan 3 paket ganja terbungkus lakban. Kemudian satu paket besar ganja berat total ganja 165,33 gram, satu unit timbangan digital, satu pak plastik klip, dan satu unit ponsel," katanya.

Selanjutnya dari pengembangan dan keterangan JH, petugas mengamankan empat orang, yakni DS, sebagai pengedar; AS, YN, dan RH, sebagai pengguna narkoba. DS merupakan seorang residivis narkoba pada 2016 dan telah mendapatkan hukuman 8 tahun penjara.

"Barang bukti yang diamankan dari DS yakni satu unit timbangan digital dan satu buah dompet berisikan satu plastik kelip sedang berisikan 12 paket sabu-sabu, satu buah berkas permen Hexos yang berisikan 3 paket sabu-sabu, satu buah kotak rokok berisikan 6 paket. Jadi total ada 14,90 gram sabu-sabu," ujarnya.

Adapun pasal yang dipersangkakan terhadap tersangka JH yakni Pasal 114 Ayat (1) sub-Pasal 111 Ayat (1) sub-Pasal 112 Ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009. Ancaman maksimal 20 tahun atau penjara  seumur hidup.

"Tersangka pengedar DS dipersangkakan Pasal 114 Ayat (2) sub-Pasal 112 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman 15 tahun. Sedangkan sisanya dipersangkakan Pasal 114 sub-Pasal 112 UU RI No. 35 Tahun 2009,” katanya.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar