#beritalampung#beritalampungterkini#pembobolbank#sindikatpemalsuanaplikasi

Polres Tulangbawang Gulung Sindikat Pemalsuan Aplikasi Perbankan

( kata)
Polres Tulangbawang Gulung Sindikat Pemalsuan Aplikasi Perbankan
Sindikat pembobol bank diringkus Polres Tulangbawang dan saat ini diamankan di mapolres setempat. Lampost.co/Rahman Wijayanto


Menggala (Lampost.co) -- Jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Tulangbawang meringkus Jauhari Udin alias Jo, warga Kelurahan Cimanggis, Depok, Jawa Barat, di Jalan Lintas Timur Sumatera (Jalinsum) Simpangpenawar, Tulangbawang, Rabu, 16 November 2022. Pelaku merupakan pembuat aplikasi  Brimo palsu.

Kapolres Tulangbawang AKBP Hujra Soumena menjelaskan penangkapan Jo merupakan pengembangan dari penangkapan pelaku lainnya yang terlebih dahulu ditangkap petugas. Selain tersangka, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti.

“Kami turut mengamankan sejumlah barang bukti dari penangkapan tersebut dan mengembangkan kasusnya. Kemudian petugas melakukan penangkapan terhadap Jo yang baru turun dari bus di Simpangpematang,” ujarnya, Kamis, 17 November 2022.

Sebelumnya, petugas menangkap 12 rekannya di sebuah kontrakan di Kecamatan Rawajitu Selatan. Mereka merupakan komplotan sindikat pembobol nasabah bank.

Baca juga: Pelaku Pukul Pasangan Suami Istri Gunakan Rantai Motor 

“Pelaku kami tangkap saat usai turun dari bus di Simpangpenawar setelah menjadi buron. Selain para pelaku, kami juga mengamankan sejumlah barang bukti, seperti uang puluhan juta rupiah dan alat yang digunakan untuk melakukan aksinya,”kata Kapolres Tulangbawang AKBP Hujra Soumena.

Dia menjelaskan para pelaku dalam beraksi dengan memanfaatkan aplikasi Brimo bodong. Perbuatan mereka menimbulkan kerugian nasabah yang mencapai ratusan juta rupiah.

“Hingga kini sudah ada 17 nasabah yang salah satunya bank milik negara yang menjadi korban aksi mereka dengan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Para korban berasal dari sejumlah daerah di Indonesia,” ujarnya.

Kapolres menambahkan pihaknya membuka posko pengaduan bagi para korban. “Kami membuka posko pengaduan jika memang ada korban lainnya akibat perbuatan komplotan tersebut,” katanya.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar