#begal#kriminal

Polres Tuba Gulung Kawanan Begal

( kata)
Polres Tuba Gulung Kawanan Begal
Para tersangka saat dibekuk aparat Kepolisian Resor Tulangbawang.Dok.Polres

Menggala (Lampost.co) -- Kawanan begal yang beraksi di areal perkebunan PT Sweet Indo Lampung (SIL) dibekuk Tekan 308 Polres Tulangbawang di kediamannya masing-masing. Mereka beraksi dengan menggasak motor, ponsel, dan uang tunai milik Yuni Astuti (22).

Kapolres Tulangbawang AKBP Andy Siswantoro melalui Kasat Reskrim AKP Sandy Galih Putra mengatakan ada tiga pelaku yang diamankan. Dua tersangka pembegalan, yakni Saptori alias Hari (34) dan Dedi (29), petani asal Kampung Bakungudik, Kecamatan Gedungmeneng, Tulangbawang.

Sementara seorang tersangka lainnya merupakan penadah barang hasil kejahatan, yakni Deni Saputra (22), warga satu kampung dengan kedua tersangka begal.

Menurut Sandy, kedua tersangka begal dibekuk setelah petugasnya menangkap Deni Saputra di daerah Register 45, Mesuji, pada Senin, 24 Agustus 2020, sekitar pukul 22.00 WIB. Dari keterangan Deni, ia membeli ponsel Oppo A37 dari Heri dan Dedi.

"Kemudian dilakukan pengembangan dan Selasa, 25 Agustus 2020, sekitar pukul 05.00 WIB ditangkap dua pelaku utama tindak pidana curas berinisial SA alias HA dan DI (29) di rumahnya masing-masing," katanya, Selasa, 25 Agustus 2020.

Tersangka Hari dan Dedi, beraksi pada Sabtu, 20 Juni 2020, sekitar pukul 10.45 WIB di jalan poros perkebunan PT SIL. Kedua tersangka menggasak motor, ponsel, dan uang tunai milik Yuni Astuti (22), warga Dusun Triharjo, Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah.

Peristiwa kejahatan yang menimpa Yuni Astuti bermula, ketika ia bersama temannya Nita Surati (24), warga Kampung Gedungmeneng, Kecamatan Gedungmeneng, melaju dari arah pabrik PT SIL menuju Bedeng Lambang. Namun, belum tiba di tujuan keduanya tiba-tiba dihentikan kedua tersangka yang langsung menodongkan senjata tajam.

"Di tengah perjalanan sepeda motor yang dikendarai korban bersama saksi dihentikan dua pelaku yang tidak dikenali lalu menodongkan laduk ke arah leher saksi Nita dan mengambil paksa tas korban yang di dalamnya berisi ponsel dan uang tunai Rp300 ribu," kata dia.

Korban sempat berusaha menyelamatkan sepeda motornya. Namun, gagal lantaran keduanya terjatuh. 

"Karena korban ketakutan, mereka melarikan diri ke arah plang GPM. Para pelaku lalu mengejar menggunakan sepeda motor Honda Revo warna hitam tanpa pelat nomor yang mengakibatkan korban terjatuh. Saat korban terjatuh, para pelaku langsung mengambil sepeda motor milik korban dan melarikan diri ke arah PT SIL," katanya. 

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar