#Pencabulan

Polres Tanggamus Bekuk Pencabul Anak Tiri di Banten

( kata)
Polres Tanggamus Bekuk Pencabul Anak Tiri di Banten
Foto. Dok Polres Tanggamus

KOTA AGUNG (Lampost.co) -- SA (34) tersangka pencabulan anak tiri berhasil diringkus Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) dengan dibackup Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Satreskrim Polres Tanggamus, Sabtu 2 November 2019.

Korban berinisial RH (16) warga Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus sempat digagahi ayah tirinya tersebut hingga 2 kali. Tersangka yang melarikan diri ke Provinsi Banten berhasil ditangkap pada Sabtu dini hari, pukul 02.30 wib.

Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas menjelaskan, penangkapan tersangka ini tidak terlepas dari koordinasi dan bantuan Polsek Panggarangan, Kabupaten Lebak. Tersangka bersembunyi di kampung halamannya Dusun Calincing Ilir, Desa Sindang Ratu, Kecamatan Panggarangan.

"Tersangka berhasil kami tangkap dengan bantuan rekan-rekan dari Polsek Panggarangan," kata Kasat mewakili Kapolres Tangggamus AKBP Hesmu Baroto.

Penangkapan ini berdasarkan laporan SR (31), ibu korban pada 7 Oktober 2019. Dengan barang bukti 1 helai kain sarung motif kotak-kotak warna hijau kombinasi warna kuning, 1 helai rok panjang warna biru dongker, celana dalam perempuan warna putih, kaos lengan pendek warna hitam, bra warna orange, dan kaos dalam perempuan (tanktop) warna hitam putih.

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun, dalam melampiaskan nafsu bejatnya tersangka mengikat kedua tangan korban dan menyumpal mulutnya dengan kain.

Korban dicabuli tersangka hingga dua kali dan diancam akan diteluh atau santet bila menceritakan kepada orang lain. Kali pertama korban digagahi di kediamannya Kecamatan Semaka pada Mei 2019 pukul 23.00 wib.

Tersangka kembali mengulangi perbuatannya pada 16 Agustus 2019 di lokasi yang sama pada pukul 23.30 wib. Aksi ini dilakukan tersangka saat ibu korban sedang tidak berada di rumah.

"Saat ini tersangka masih dalam perjalanan ke Mapolres Tanggamus," kata Kasat.

Terhadap tersangka akan dijerat pasal 76 D jo Pasal 81 ayat (1) dan (2) dan 76 E jo Pasal 82 ayat (1) perubahan UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 th 2016 Tahun Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Winarko

Berita Terkait

Komentar