#BomMakassar

Polres Pesawaran Perketat Penjagaan Rumah Ibadah

( kata)
Polres Pesawaran Perketat Penjagaan Rumah Ibadah
Ilustrasi: Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona bersama dengan Kapolres Pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo saat meninjau penerapan protokol kesehatan (prokes) di beberapa gereja padaKamis, 24 Desember 2020 lalu. Lampost.co/Putra Pancasila Sakti


Pesawaran (Lampost.co) -- Polres Pesawaran memperketat penjagaan di beberapa lokasi vital. Di antaranya di lokasi tempat beribadah dan Mapolres Pesawaran.

Kapolres Pesawaran AKBP, Vero Aria Radmantyo, mengatakan, guna menjamin kenyamanan umat beragama menjalankan ibadahnya, pihaknya telah secara rutin menurunkan personel untuk berjaga dan memberikan rasa aman kepada masyarakat yang menjalankan ibadah.

"Usai meledaknya bom bunuh diri di Gereja Katredal Kota Makassar, Polres Pesawaran tetap waspada terhadap gangguan keamanan tersebut. Sebelumnya, anggota kami  di lapangan memang sudah rutin mengamankan jalannya peribadatan umat beragama," ujarnya. Minggu, 28 Maret 2021.

Baca: 14 Korban Bom Makassar Mengalami Luka Ringan hingga Berat

 

Ia juga mengatakan, komunikasi antara Polri dan TNI dengan komponen masyarakat serta Persatuan Gereja Pesawaran (PGP) terintegrasi dengan sangat baik sehingga pencegahan bisa lebih mudah dilakukan.

"Dengan koordinasi dan komunikasi yang baik, dari seluruh sektor, dapat membantu jalannya peribadatan yang dilakukan masyarakat, baik itu yang beragama muslim maupun nonmuslim, sehingga ketika ada aktivitas yang melibatkan orang banyak seperti kegiatan keagamaan pada rumah ibadahkita bersama-sama menjaga kondusivitas," kata dia.

Selain tempat ibadah, lanjutnya, penjagaan juga dilakukan di Mapolres Pesawaran. Dua personel tampak disiagakan di pintu gerbang masuk Polres Pesawaran.

"Kita melakukan pemeriksaan pengunjung yang keluar masuk Mako Polres Pesawaran guna antisipasi masuknya tamu yang tidak dikenal serta antisipasi adanya ledakan bom seperti di Gereja katedral Makasar. Seluruh kendaraan yang mau masuk Mako, wajib turun dari mobil dan laporan dulu ke penjagaan, baru dibukakan pagar meskipun mobil yang biasa digunakan anggota Polri maupun perwira," katanya.

"Saya juga mengimbau masyarakat agar tidak share-share gambar atau video melalui jejaring sosial atau lainnya yang sumbernya tidak dapat dipertanggungjawabkan, yang justru berdampak menimbulkan keresahan. Karena target teroris adalah menebar ketakutan pada masyarakat," kata dia. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar