#unjukrasa#demo#pemilu2019#beritametro

Polres Metro Gelar Simulasi Kericuhan Pemilu 2019

( kata)
Polres Metro Gelar Simulasi Kericuhan Pemilu 2019
Aksi kericuhan massa ke kantor KPU Metro. Foto: Lampost.co/Suprayogi

METRO (Lampost.co) -- Ribuan masyarakat pendukung salah satu pasangan calon kandidat peserta pemilihan umum (Pemilu) 2019 menyerang kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Metro, dan 4 orang diduga sebagai provokator diamankan polisi.

Hal tersebut, terlihat dalam simulasi aksi unjuk rasa ke kantor KPU Kota Metro yang digelar jajaran Polres Metro dengan melibatkan jajaran TNI Kodim 0411/Lampung Tengah di lapangan Samber kota setempat, Jumat (22/3/2019).

Dalam giat tersebut, para pengunjuk rasa melakukan aksi dengan tujuan untuk menuntut penghitungan suara ulang. Sebab, diduga terdapat manipulasi penghitungan surat suara di KPU Kota Metro. Pasalnya, para pengunjuk rasa beranggapan penghitungan surat suara yang dilakukan ditingkat KPU dimanipulasi.

Diawali ribuan massa yang mulai mendekati kantor KPU Kota Metro. Dimana sebelumnya sudah melakukan izin ke Polres untuk melakukan unjuk rasa. Mediasi dilakukan pihak kepolisian untuk tidak melakukan unjuk rasa karena KPU tengah melakukan penghitungan suara. Namun massa tetap menuntut untuk penghitungan ulang.

Dalam giat simulasi itu dipertontonkan aksi kerusuhan dengan massa pendemo yang melemparkan botol air serta mencoba menerobos pertahanan pihak kepolisian.

Suprayogi

Berita Terkait

Komentar