#beritalampung#beritadaerah#lampung#kalianda#narkoba#sabu#ganja

Polres Lamsel Gagalkan Penyelundupan Narkoba Senilai Rp6,7 Miliar

( kata)
Polres Lamsel Gagalkan Penyelundupan Narkoba Senilai Rp6,7 Miliar
Kapolres Lampung Selatan AKBP M Syarhan tunjukkan barang bukti hasil ungkap kasus narkoba di Mapolres Lampung Selatan. Lampost /perdhana

KALIANDA (Lampost.co) -- Polres Lampung Selatan berhasil menggagalkan penyelundupan 5.700 butir pil ektasi, dan 5 kilogram sabu, di areal pemeriksaan Seaport Interdiction pelabuhan Bakauheni, 

Untuk mengelabui petugas, barang terlarang itu diselundupkan dari Pekanbaru, Riau menuju Bogor, Jawa Barat dengan menggunakan bus  B-7266-SU jasa pengiriman paket Eka Sari Lorena, Senin (22/7/2019) sekitar pukul 02.00.

Kapolres Lampung Selatan AKBP M Syarhan mengatakan, narkoba jenis sabu dikemas dengan 5 bungkus teh china dan ribuan pil ektasi dikemas dalam plastik bening.

"Kedua jenis narkoba ini dibungkus terpisah waktu dikirim," kata dia, saat press rilis di Mapolres setempat, Kamis (1/8/2019). 

Dari hasil pengembangan, berhasil meringkus dua orang tersangka yang terlibat dalam penyelundupan narkoba jaringan internasional itu. 

"Dua orang berhasil kami amankan dari penyelundupan narkoba," kata mantan Kapolres Pesawaran itu. 

Kedua orang tersangka yakni Jailani dan Jemi Prasetya berhasil diringkus di tempat yang berbeda di daerah Jawa Barat dan Jakarta Timur.

"Satu tersangka kami bekuk di Cibubur dan satu tersangka lagi di Bogor," kata Kepala Satresnarkoba Polres Lampung Selatan, Iptu Ferdiansyah. 

Mantan Kepala KSKP Panjang, itu menjelaskan modus yang dilakukan salah seorang tersangka dengan mengemas dan mengirim narkoba menggunakan jasa pengiriman barang. Selanjutnya tersangka itu berangkat menggunakan pesawat terbang dari Pekanbaru menuju Bogor. 

"Tersangka ini yang ngirim dan dia juga yang menerima barang," katanya. 

Pada saat menerima barang itu salah seorang tersangka langsung dibekuk dan selanjutnya dilakukan pengembangan ke wilayah Cibubur. 

"Narkoba itu akan di bagi dua di Cibubur dan kami berhasil amankan satu orang tersangka satunya lagi," ujarnya. 

Narkoba itu dikendalikan oleh jaringan Internasional yang berada di Malaysia, kedua orang yang diringkus di upah Rp50 juta jika barang terlarang berhasil diterima di tempat tujuan. 

"Mereka baru terima uang sebesar Rp17 juta, sisanya akan dilunasi apabila barang sudah sampai di alamat tujuan," kata dia.

 

Perdhana Wibisono



Berita Terkait



Komentar