#lambar#pemerkosaan#kriminal

Polres Lambar Kejar Pelaku Pemerkosaan Warga Balikbukit

( kata)
Polres Lambar Kejar Pelaku Pemerkosaan Warga Balikbukit
Ilustrasi. Dok/Lampost.co

Liwa (Lampost.co) -- Polres Lampung Barat melakukan pencarian pelaku yang diduga telah memerkosa SRD (32), warga Balikbukit, di dalam mobil. Modus pelaku RK melakukan aksinya dengan mengajak korban untuk membeli batagor.

Aksi dilakukan di dalam mobilnya. Korban melaporkan kejadian itu ke Polres Lambar, Minggu, 24 November 2019.

Kasat Reskrim Polres Lambar AKP Made Silpa Yudiawan mendampingi Kapolres AKBP Rachmat Tri Haryadi membenarkan pihaknya telah menerima laporan tentang dugaan pemerkosaan yang dilakukan RK terhadap korban. Kini pihaknya masih menunggu hasil visum. Sementara pelaku masih dalam pencarian polisi.

Berdasarkan keterangan korban, kata Made, permerkosaan dilakukan dalam mobil tepatnya di jalan lintas Pekon Walur, Kecamatan Krui Selatan, Pesisir Barat, Sabtu, 23 November lalu, sekitar pukul 22.30. Kejadian itu berawal saat RK menjemput korban menggunakan mobil Innova dan mengajak korban membeli batagor di Pasar Liwa.

Namun, ternyata pelaku membawa korban ke arah Krui. Korban sempat minta untuk kembali tetapi RK tetap melajukan mobil hingga Krui dan baru berhenti di Pekon Walur.

 

“Saat berhenti itu korban mengaku sempat berupaya keluar dari mobil namun ditarik terlapor. Lalu korban berusaha menghindar dengan menendang pintu mobil sambil berteriak. Namun, usahanya sia-sia karena terlapor langsung menggigit bibir korban hingga terluka,” katanya.

Pelaku juga sempat mengancam, “Diam, nurut saja, kalau tidak diam kamu saya bunuh. Nanti saya gigit pentil kamu sampai lepas.”

Selanjutnya terlapor menarik celana korban hingga robek dan memerkosanya dalam mobil. Setelah itu, korban diantar pulang ke Liwa.

Namun saat dalam perjalanan korban mabuk kendaraan sehingga pelaku menghentikan mobil dan kembali merudapaksanya.

Pihaknya telah melakukan langkah selain memintai keterangan dari korban, juga mengamankan barang bukti berupa pakaian yang dikenakan korban saat kejadian.

 

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar