#razia#operasiketupat#beritalampung

Polres di Lampung Kompak Gelar Kegiatan Kepolisian yang Ditingkatkan

( kata)
Polres di Lampung Kompak Gelar Kegiatan Kepolisian yang Ditingkatkan
Kabid Humas Polda Lampung AKBP Zahwani Pandra. (Foto: Lampost/Asrul Septian Malik)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Jajaran Polda Lampung bersama Polresta/Polres di Lampung kompak melakukan razia sejak Senin (20/5/2019), dan hingga saat ini masih berlangsung.

Seluruh Polres melakukan razia dititik tertentu, misalnya Polres Lampung tengah di pintu masuk dan keluar Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS), kemudian Polresta Bandar Lampung di Simpang Baruna dan Polres Lampung Selatan di Seaport Interdiction Bakauheni.

Kabid Humas Polda Lampung AKBP Zahwani Pandra membantah hal tersebut merupakan razia untuk mencegah orang-orang akan menuju Jakarta untuk ikut dalam aksi people power yang disebut 'Gerakan 22 Mei'.

"Sejumlah razia yang dijalankan itu merupakan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan guna cipta kondisi jelang operasi ketupat Krakatau 2019 yang akan berlangsung pada 29 Mei  hingga 10 Juni 2019," ujarnya Selasa (21/5/2019).

Razia ini, lanjut dia, untuk menekan angka kriminalitas di Provinsi Lampung, seperti C3, penyelundupan narkoba, hingga jaringan radikal/teroris. Apalagi provinsi Lampung sebagai wilayah penyangga pusat kota dan pintu gerbang Pulau Sumatera. "Masyarakat juga harus waspada untuk cegah kriminalitas, kalau ada apa-apa bisa langsung lapor. Kalau urgen bisa telepon 110," katanya.

Senada, Kasat Samapta Polresta Bandar Lampung Kompol Suryadi mengatakan razia yang digelar di Simpang Baruna, bukanlah utuk membatasi orang yang akan ke Jakarta ikut dalam aksi Gerakan 22 Mei. "Jadi operasi tersebut merupakan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan, untuk antisipasi hal-hal yang tak diinginkan. Hasilnya (semalam, red) ada satu senjata tajam yang diamankan dari pengemudi motor dan ada satu yang ditilang," katanya.

Asrul Septian Malik

Berita Terkait

Komentar