#Pilitik#Politik-Uang#Pilkada-Lamsel

Politik Uang Hasilkan Pemimpin Berkualitas Rendah

( kata)
Politik Uang Hasilkan Pemimpin Berkualitas Rendah
Ilustrasi: Medcom.id

Kalianda (Lampost.co) -- Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 di Lampung Selatan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lamsel ingatkan bahanya politik uang. Politik uang akan menghasilkan pemimpin tidak berkualitas.

Hal tersebut diungkapkan Koordinator Divisi Hukum Data dan Informasi Bawaslu Lamsel, Wazzaki saat dihubungi, Jum'at, 17 Januari 2020. Dia mengatakan politik uang sangat berbahaya bagi demokrasi di Indonesia. Selain menghasilkan pemimpin berkualitas rendah, money politics akan melemahkan politisi dan institusi demokrasi itu sendiri.

"Di antara dampak terburuk dari praktik ini adalah politisi yang terpilih nantinya tidak lagi punya kualitas. Yang jelas, merusak citra demokrasi bangsa ini," kata dia.

Wazzaki mengatakan politik uang adalah suatu bentuk pemberian uang, barang atau janji menyuap seseorang, supaya orang itu tidak menjalankan haknya untuk memilih calon tertentu atau memilih calon tertentu  pada Pilkada serentak 2020 nanti.

"Politik uang pada hakikatnya membeli harga diri masyarakat dengan rendah. Jika kita kalkulasikan, misal masyarakat diberikan Rp100 ribu per orang untuk lima tahun atau 1.852 hari. Lalu, kita bagi jadi perhari hanya Rp55,99. Lebih mahal harga sebuah permen. Untuk itu, sangat rendah harga diri masyarakat dihargai hanya Rp 55,99," ujarnya.

Wazzaki mengatakan beberapa waktu yang lalu pihaknya sudah melakukan Deklarasi Desa Anti Politik Uang di Desa Baktirasa, Kecamatan Sragi. Dimana, kegiatan tersebut guna memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahanyanya politik uang.

"Dalam undang-undang nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada menyebutkan dalam pasal 187 A, yakni siapaun melakukan perbuatan melawan hukum menjanjikan, memberi, atau menerima uang/materi lainnya untuk mempengaruhi memilih calon tertentu dipidana penjara paling singkat 36 Bulan dan paling lama 72 bulan. Kemudian, denda paling sedikit Rp 200 juta hingga Rp1 Miliar," kata dia.

Untuk itu, Wazzaki berharap dengan pengetahuan masyarakat tentang bahayanya politik uang dapat menjadikan Indonesia, khususnya Lampung Selatan bisa bermartabat. Sehingga, kedepan dapat menghasilkan pemimpin yang amanah dan berkualitas dalam menjalankan roda pemerintah 5 tahun kedepan.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjauhi politik uang. Pilih sosok pemimpin yang benar-benar mengutamakan kepentingan rakyat tanpa mengutamakan politik uang," kata dia.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar