Pilkada2020Lampungtengah

Politik Uang di Lampung Tengah Capai 32 Laporan

( kata)
Politik Uang di Lampung Tengah Capai 32 Laporan
Tiga lembaga pemilu saat memperlihatkan bukti dan fakta lapangan pada sidang penanganan pelanggaran administrsi TSM pilkada Lamteng. Lampost.co/MTVL/ Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Ketua Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, Harmono, mengatakan ada 32 laporan dugaan politik uang yang terjadi pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lampung Tengah.

Hal tersebut disampaikan saat keterangan saksi pada sidang penanganan pelanggaran administrasi TSM pilkada Lampung Tengah di Hotel Bukit Randu, Bandar Lampung, Selasa, 29 Desember 2020.

“Laporan dan temuan Bawaslu Lamteng dengan politik uang paslon 01 sebanyak 2 laporan, paslon 02 sebanyak 28 laporan dan paslon 03 sebanyak 2 laporan,” ujarnya.

Selanjutnya, tiga lembaga pemilu Lamteng yakni Bawaslu, Gakkumdu dan Panwascam membacakan setiap berita acara berupa kronologi laporan, temuan dan fakta yang ada di hadapan majelis sidang dan kuasa hukum baik pelapor maupun terlapor. 

Dari keterangan yang dibacakan itu, sebanyak 28 laporan yang dilakukan registrasi berstatus akhir dihentikan. Sebab, tidak memenuhi minimal dua alat bukti dan dua unsur pasal yang disangkakan.

“Seluruh berita acara kami bacakan, mulai dari kronologi hingga fakta-fakta yang ada,” ujar Harmono.

Atas keterangan tersebut, tim kuasa hukum pelapor meminta kepada Majelis agar pihaknya mendapatkan salinan dari seluruh berita acara yang dibacakan tiga lembaga pemilu tersebut.

“Kalau kami tidak diberikan kami jelas keberatan, karena itu nanti akan kami jadikan sebagai alat kami juga untuk menyimpulkan,” kata Kuasa Hukum paslon 03 Edwin Hanibal.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar