#beritalampung#beritabandarlampung#kesehatan

Politeknik Kesehatan Tanjungkarang Gelar Seminar bagi Para Peneliti 

( kata)
Politeknik Kesehatan Tanjungkarang Gelar Seminar bagi Para Peneliti 
Seminar Internasional Conference on Safe Community (ICSC) 2022 dengan tema "Impact of Climate Change on Human Health and it's Implications for safe communities. Lampost.co/Andi Apriadi


Bandar Lampung (Lampost.co): Politeknik Kesehatan Tanjungkarang, menggelar seminar Internasional Conference on Safe Community (ICSC) 2022 dengan tema "Impact of Climate Change on Human Health and it's Implications for safe communities" di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Selasa, 20 September 2022.

Chief Organizer, Lisa Suarni menjelaskan, kegiatan seminar Internasional dilaksanakan dilaksanakan setiap dua tahun sekali yang diikuti oleh para peneliti yang nantinya akan mempublikasikan hasil penelitiannya.

"Untuk seminar tahun ini bertemakan "Impact of Climate Change on Human Health and it's Implications for safe communities" kegiatan ini juga dihadiri sejumlah peneliti," ujarnya. 

Selain publikasi hasil penelitian, lanjut Lisa, dalam kegiatan ini juga ada beberapa karya inovasi yang nantinya ditampilkan. 

"Kami berharap karya inovasi ini akan bisa menjadi sebuah produk yang dapat digunakan masyarakat," paparnya. 

Ia mengatakan, seminar dilaksanakan selama dua hari. Dihari pertama menghadirkan beberapa narasumber diantaranya Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim, dan ada juga dari Australia, Filipina dan Thailand. 

"Selama pelaksanaan dua hari ini. Disela sela jadwal itu nanti ada prestasi hasil-hasil penelitian dari berbagai dosen perguruan tinggi se-indonesia," terangnya. 

Sementara itu, Wakil Gubernur Provinsi Lampung, Chusnunia Chalim menyampaikan materi terkait kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung tentang perubahan iklim bagi Kesehatan dan Safe Community.

"Konvensi Perubahan Iklim diatur dalam Paris Agreement. Dalam Paris Agreement tersebut diatur tentang komitmen penurunan emisi GRK global, adaptasi perubahan iklim, kerangka transparansi, means of implementation (pendanaan, teknologi, peningkatan kapasitas). Di mana Negara-negara di dunia telah berkomitmen untuk penurunan emisi GRK pada tahun 2030 sebesar 29% hingga 41%. Dalam upaya penurunan Emisi GRK tentunya dibutuhkan sinergi antar seluruh pihak terkait," terangnya. 

Nunik menjelaskan perubahan iklim secara langsung maupun tidak langsung terjadi akibat aktivitas manusia yang menyebabkan perubahan komposisi atmosfir secara global. 

"Selain itu, berupa perubahan variabilitas iklim alamiah yang teramati pada kurun waktu yang dapat dibandingkan," kata dia. 

Ia juga menyampaikan proyeksi dampak perubahan iklim di Indonesia. Secara historis kerusakan jasa ekosistem yaitu 5.69% -26,75% PDB dan diproyeksikan akan naik berkisar 31,72% PDB. Sedangkan bencana Hidro-meteorologi secara historis yaitu 6,21% PDB dan diproyeksikan mencapai 30,83% PDB. Perubahan tersebut tentu juga berdampak terhadap kebutuhan hidup dasar. 

"Akibat dari perubahan iklim kemungkinan kehilangan potensi pemenuhan kebutuhan hidup dasar diantaranya yaitu air bersih yg layak konsumsi, pangan sebanyak 2,87% PDB dan diproyeksikan bisa sampai 3,45% PDB," jelasnya. 
"Adapun potensi kerugian hanya dari akibat perubahan iklim berkisar antara Rp110 triliun – Rp 577 triliun. Sedangkan potensi kerugian dari adanya perubahan iklim, ditambah kerusakan ekosistem dan bencana berkisar Rp 4.328 triliun," sambungnya.

Perubahan Iklim, lanjutnya, juga berdampak terhadap kesehatan, diantaranya penyakit kesehatan jiwa; penyakit infeksi dan penyakit tular air; penyakit saluran pernafasan; kekurangan gizi; penyakit kardiovaskuler, dan heat dtroke; dan Kecelakaan, keracunan dan alergi. 

“Untuk itu, kita perlu membangun sistem kesehatan yang tahan iklim, yang mana begitu banyak unsur harus diperhatikan untuk mewujudkannya,” ujar Wagub.

Seperti diketahui, terdapat 6 blok utama sistem kesehatan yaitu pertama, kepemimpinan dan tata kelola. Kedua, Sumberdaya Manusia Kesehatan. Ketiga, Sistem Informasi Kesehatan. Keempat, Teknologi dan Produk Kesehatan. Kelima, Pelayanan Kesehatan; dan keenam Pendanaan.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar