#Kejahatan#Penipuan#Kerajaan-Fiktif

Polisi Tunggu Aduan Soal 'King of The King'

( kata)
Polisi Tunggu Aduan Soal <i>'King of The King'</i>
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.

Jakarta (Lampost.co) -- Polisi mendalami dugaan penipuan terkait kerajaan fiktif 'King of The King' di Kota Tangerang. Polisi menunggu laporan masyarakat yang menjadi korban.

"Kami juga mengharapkan kepada masyarakat yang merasa tertipu untuk segera melapor," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 31 Januari 2020.

Yusri mengatakan, kerajaan fiktif itu diduga menipu korbannya mulai Rp1,7 hingga Rp2 juta. Namun nominal yang diungkapnya baru sebatas informasi dari masyarakat.

Menurut dia, polisi baru bisa menindaklanjuti dugaan itu jika ada aduan. Sebab dalam informasi awal, kerajaan fiktif itu diduga menjanjikan penggandaan uang yang mengarah ke penipuan.

"Mereka (korban) harus membayar kepada kelompok ini dengan menjanjikan seperti apa yang sudah didapat Rp3 miliar," ungkap Yusri.

Porles Metro Tangerang Kota menetapkan tiga tersangka dalam kasus kerajaan fiktif 'King of The King'. Ketiga tersangka itu yakni pertama berinisial MSN alias N yang merupakan pimpinan wilayah King of The King Indonesia Mercusuar Dunia (IMD).

Dua tersangka lainnya, yakni F alias D dan P. Kedua tersangka ini adalah orang yang memasang spanduk di wilayah Kota Tangerang. Ketiga tersangka ini dijerat Pasal 14 dan 15 KUHP tentang pemberitaan bohong.

Kemudian, kepolisian di daerah lain juga tengah mengusut tindak pidana yang dilakukan kelompok 'King of The King'. Polresta Kutai Timur mengungkapkan ada 93 orang di Kalimantan Timur menjadi korban penipuan kerajaan ini.

Petinggi kerajaan fiktif itu berhasil mengumpulkan uang hingga Rp50 juta dari para korban. Pasalnya, korban diminta membayarkan uang pendaftaran sebesar Rp1,7 juta.

Setelah biaya pendaftaran dibayarkan, petinggi King of The King menjanjikan uang sebesar Rp3 miliar. Namun, hingga saat ini uang itu tak kunjung diberikan.

Polisi menetapkan dua petinggi King of The King di Kalimantan Timur sebagai tersangka. Mereka adalah Buntoha, 45 yang merupakan Ketua Indonesia Mercusuar Dunia (IMD) Kaltim dan Zakaria, 54 sebagai Koordinator Kaltim.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar