Punglipemprov

Polisi Tetapkan Dua Tersangka Pungli Dinas Penanaman Modal

( kata)
Polisi Tetapkan Dua Tersangka Pungli Dinas Penanaman Modal
Foto. Lampost.co/Asrul


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Polresta Bandar Lampung akhirnya resmi menetapkan dua orang tersangka terkait kasus pungli di Dinas Penanaman Modal dan Pelayan Terpadu Satu Pintu Provinsi Lampung.

Keduanya yakni Nirwan Yustian (50), Kabid Penyelenggara Perizinan dan nonperizinan A, dan Edi Efendi, Staf Fungsional dari bidang tersebut. Sementara Inisial D, selaku kasi hanya berstatus sebagai saksi.

Dari tangan pelaku diamankan barang bukti lima unit HP, satu berkas Surat Permohonan Izin (SIP), dan Surat Izin pemanfaatan Air Tanah (SIPA). Empat rangkap SIP dan SIPA untuk Pengeboran PT Lautan Teduh Interniaga, dan dua tanda terima berkas Permohonan Izin Lautan Teduh Interniaga.

Kapolresta Bandar Lampung Kombes P Yan Budi Jaya mengatakan, pada Selasa 29 September 2020, Satreskrim Polresta Bandar Lampung mendapatkan informasi dari masyarakat, yang akan melakukan pembuatan surat izin Pengusahaan air bawah tanah (SIPA) di Kantor Dinas Penanaman Modal, di Jalan DR Warsito, Telukbetung Selatan.

"Dalam pengurusan tersebut diminta atau dipaksa memberikan sejumlah uang, yang seharusnya pengurusan izin tersebut tidak dipungut biaya. Apabila tidak diberikan maka surat izin tersebut tidak dikeluarkan," ujarnya, Rabu 30 September 2020.

"Saat melakukan pengecekan, di ruangan tersebut ternyata dua pelaku ada. Usai dilakukan penggeledahan, ditemukan uang (Rp25 juta) di saku celana ED," lanjut alumnus Akabri 1996 itu.

Yan Budi menambahkan, perbuatan pungli memiliki dampak menghambat PAD karena izin tak dikeluarkan. Selain itu mengakibatkan kebiasaan buruk, dalam kepengurusan perizinan yang harus menggunakan uang untuk mempercepat proses.

"Dalam situasi Pandemi Covid-19 saat ini, perekonomian negara sedang melemah ditambah, izin usaha yang dihambat oknum pejabat yang memperburuk investor untuk berusaha," katanya.

Nirwan Yustian dijerat dengan pasal 12 Huruf E UU no 21 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi, sedangkan Edi Efendi pasal 12 Huruf E UU no 21 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi, Jo pasal 51 KUHPidana.

Peran Masing-Masing Pelaku

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Resky Maulana, memaparkan peran dua tersangka tersebut. Nirwan Yustian (50) menurut Resky, berperan memerintah. Sedangkan peran Edi diduga membantu/turut serta (pungli tersebut).

"Kabid memerintah, saat kita amankan hanya terdapat N dan Y, kita fokus pada saat penggeladahan," kata alumnus Akpol 2006 itu.

Sementara, terkait sudah berapa lama oknum tersebut melakukan pungli, Resky belum bisa memaparkan, karena masih dalam pendalaman.

"Sementara kita fokus di barang bukti dan pelaku yang kita amankan," katanya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar