Pestagaygayasusila

Polisi Telusuri Sejumlah Lokasi Pesta Gay

( kata)
Polisi Telusuri Sejumlah Lokasi Pesta Gay
Tersangka pesta gay diperlihatkan Polda Metro Jaya di Jakarta, Rabu, 2 September 2020. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam

Jakarta (Lampost.co) -- Kepolisian menyelidiki sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat pesta asusila penyuka sesama jenis (gay). Pesta gay diketahui digelar berpindah-pindah.

"Tim masih mendalami terkait dengan lokasi-lokasi yang pernah dilakukan pertemuan tersebut event tersebut (pesta gay)," kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadirkrimum) Polda Metro Jaya Ajun Komisari Besar Polisi (AKBP) Jean Calvijn Simanjuntak di Jakarta, Senin, 7 September 2020.

Calvijn mengatakan saat rekonstruksi kasus Kamis, 3 September 2020, panitia penyelenggara pesta gay diketahui akan melakukan kegiatan serupa di tempat lain.

Para peserta yang menang lomba pada pesta gay sebelumnya diberi hadiah diskon biaya 50 persen.

Dia menyebut pihaknya juga mengusut dugaan keterlibatan manajemen apartemen dalam kegiatan tersebut. Apartemen bisa saja memudahkan kegiatan itu demi mendapatkan keuntungan.

"Tim juga melakukan penyelidikan mendalam apakah ada kemudahan yang diberikan dan lain sebagainya karena kan mereka random milih tempatnya, pindah-pindah seperti itu," tutur Calvijn.

Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polda Metro Jaya mengggerebek pesta gay di Apartemen Kuningan Suite, Setiabudi Raya, Jakarta Selatan, Sabtu, 29 Agustus 2020.

Pesta gay dilakukan mulai pukul 21.00 WIB hingga 03.00 WIB pada Jumat, 28 Agustus 2020. Sembilan orang dari 56 orang yang ditangkap ditetapkan menjadi tersangka.

Mereka yakni TRF, BA, NA, KG, SP, NM, RP, A dan HW. TRF menjadi otak dari pesta gay tersebut. Mereka menggelar pesta gay dengan tema 'Kumpul-kumpul Pemuda Rayakan Kemerdekaan'. Peserta kompak menggunakan masker berwarna merah putih.

Panitia dari kelompok ini mengaku sudah menggelar pesta gay enam kali. Mereka juga tergabung dalam sebuah grup WhatsApp dan Instagram sejak 2018. Para tersangka telah ditahan.

Mereka dijerat Pasal 296 KUHAP dan atau 33 juncto Pasal 7 Undang-Undang 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman satu sampai 15 tahun penjara.

Winarko



Berita Terkait



Komentar