#KRIMINAL#BERITALAMPUNGTIMUR

Polisi Tangkap Pelaku Pembakar Bendera Merah Putih di Lamtim

( kata)
Polisi Tangkap Pelaku Pembakar Bendera Merah Putih di Lamtim
SN (Tengah) tersangka pembakar bendera merah putih yang ditangkap Tekab 308 dan Unit Tipidter Polres Lamtim. Dok Sat Reskrim Polres Lamtim


Sukadana (Lampost.co) -- Anggota Team Khusus Antibandit (Tekab) 308 beserta Unit Tipidter Polres Lamtim, menangkap SN (29), Warga Desa Tulung Pasik, Kecamatan Mataram Baru, Lampung Timur, yang membakar bendera merah putih dan sempat mengunggahnya ke media sosial.

Kasat Reskrim Polres Lampung Timur, AKP Faria Arista, menjelaskan, terungkapnya kasus pembakaran bendera negara tersebut bermula dari diunggahnya aktivitas tersangka melalui akun media sosial facebook, pada 30 Maret 2021. Dalam unggahan di medsos berdurasi dua menit delapan detik itu, terlihat aktivitas tersangka yang menginjak-injak dan membakar bendera merah putih menggunakan bahan bakar jenis premium. Dalam unggahan tersebut tersangka juga sempat melontarkan kata-kata  provokasi yang tak terpuji dan menjelek-jelekkan negara Indonesia.

Berdasarkan unggahan di medsos tersebut, kata AKP Faria, Tekab 308 beserta Unit Tipidter Polres Lamtim turun melakukan penyelidikan hingga akhirnya membekuk tersangka SN di rumahnya, pada Kamis (1/4/2021) sore.

Selain membekuk tersangka, polisi juga dapat mengamankan barang bukti berupa botol bekas minuman kapasitas 390 ml berisi cairan bahan bakar premium, plastik bening ukuran satu kilogram berisi sisa cairan bahan bakar jenis premium, abu sisa pembakaran bendera merah putih, kayu penyulut api yang sudah terbakar, dan satu buah ponsel.

“Saat ini tersangka beserta barang bukti sudah kami amankan di Mapolres Lamtim untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak Psikolog untuk memeriksakan kondisi kejiwaan tersangka,” kata AKP Faria, Jumat (2/4/2021).

Selanjutnya, tersangka akan dijerat dengan pasal Pasal 45 A ayat (2) Juncto Pasal 28 ayat (2) Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 66 Juncto Pasal 24 huruf a Undang–undang Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2009 tentang bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan. Saat  diinterogasi petugas di Mapolres Lamtim, tersangka SN yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tersebut mengaku nekat membakar bendera merah merah putih milik orang tuanya karena merasa kecewa dengan pemimpin negara Indonesia. 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar