#LAMTENG

Polisi Tangkap Komplotan Pembobol Rumah

( kata)
Polisi Tangkap Komplotan Pembobol Rumah
Pelaku saat diperiksa oleh anggota Polsek Seputihmataram. Lampost.co/Raeza Handanny Agustira


Gunungsugih (Lampost.co) -- Dua dari empat komplotan pembobol rumah ditangkap polisi. Keduanya yakni AK (33) seorang residivis kasus narkoba dan DN (39) residivis kasus pencurian.

Para pelaku merupakan warga Kanpung Gunungbatin Baru, Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah. Mereka ditangkap petugas saat berada di kediamannya. Dua pelaku lainyna yakni DH dan SN masih dalam pengejaran petugas.

"Setelah melakukan penyelidikan, kami  mendapat informasi tentang keberadaan para pelaku. Kami melakukan penggerebekan dengan di back up oleh anggota Polsek Terusan Nunyai," kata Kasat Reskrim Polres Lamteng, AKP Edi Qorinas, Senin, 07 November 2022.

Kasat mengatakan para pelaku ditangkap pada Jumat, 04 November 2022. Sedangkan pencurian dilakukan pada Kamis, 03 November 2022 sekitar pukul 09.30 WIB. Para pelaku datang ke rumah korban Ansori (42) yang berada di Kampung Terbanggi Mulya, Kecamatan Bandar Mataram, Kabupaten Lamteng dengan mengendarai mobil.

Karena korban tidak berada di rumah, para pelaku masuk dengan cara merusak jendela belakang menggunakan obeng. "Kemudian para pelaku mengambil satu unit sepeda motor yang diparkir di ruang tengah. Waktu itu kunci kontak masih menempel di sepeda motor. Para pelaku juga menggasak satu unit ponsel. Atas kejadian itu korban mengalami kerugian Rp10 juta,” kata dia.

Korban selanjutnya melaporkan kasus itu ke Polsek Seputih Mataram. “Penangkapan pertama dilakukan kepada pelaku AK. AK mengaku mencuri bersama DN, DH dan SN. Keempat pelaku tersebut adalah warga Kampung Gunungbatin Baru, Kecamatan Terusan Nunyai, Kababupaten Lampung Tengah,” kata dia.

"Selanjutnya kami, langsung melakukan penangkapan terhadap DN, dari tangannya kami mendapati satu unit ponsel hasil curian milik korban. Sementara barang bukti sepeda motor milik korban, disembunyikan di rumah SN," kata Kasat.

Kemudian petugas menuju ke rumah SN untuk melakukan penangkapan. Namun SN dan DH sudah melarikan diri. Di rumah SN polisi menemukan tiga unit sepeda motor, salah satunya sepeda motor milik korban Ansori yang disembunyikan di dalam kamar SN.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Deni Zulniyadi








Berita Terkait



Komentar