kriminalkejahatan

Polisi Tangkap Dukun Pengganda Uang di Penengahan

( kata)
Polisi Tangkap Dukun Pengganda Uang di Penengahan
Pelaku dukun Pengganda uang (tengah) di ringkus jajaran Polsek Penengahan. Lampost /dok Polres Lamsel


KALIANDA (lampost.co) -- Darsak (62), warga Desa Sukabakti, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, akhirnya ditangkap polisi, Minggu 25 Oktober 2020, sekitar pukul 01.00. Pasalnya, pelaku yang mengaku dukun, kerap lakukan tindak pidana penipuan. 

Kasus penipuan yang dilakukan dukun tersebut dengan modus menggandakan uang dan berhasil menipu korban hingga puluhan juta rupiah. 

Kapolsek Penengahan AKP Hendra Saputra menjelaskan pelaku sudah beraksi lakukan penipuan sejak tahun 2018 silam. 

"Korbannya Jiman (50) warga Desa Rawi, Kecamatan Penengahan," kata dia, Senin 26 Oktober 2020. 

Kejadian bermula pada saat pelaku mendatangi korban dan membantu menggandakan uang, lalu meminta sejumlah uang untuk prosesi supranatural. 

"Setelah meyakini korban, pelaku minta uang untuk membeli minyak dan perlengkapan lainnya," ujarnya. 

Setelah perlengkapan sudah siap, selanjutnya, pelaku meminta uang sebesar Rp24 juta untuk di gandakan dan bersemedi didalam kamar rumah korban. 

"Pelaku langsung lakukan prosesi dengan cara bersemedi di dalam kamar rumah korban," kata dia. 

Keesokan harinya, setelah usai bersemedi, pelaku mengatakan jika sudah berhasil di gandakan dan uang diletakkan di dalam guci. 

"Pelaku berpesan kepada korban, agar uang didalam guci jangan di buka dahulu," katanya. 

Setelah dukun tersebut pergi, korban nekat membuka guci dan sangat kaget ketika di buka yang ternyata isinya uang kertas mainan anak. 

"Atas kejadian yang dialaminya, korban melaporkan ke Mapolsek Penengahan," ujar dia. 

Hasil penyelidikan pihaknya, akhirnya pelaku berhasil di bekuk di kediaman salah seorang calon korban baru di Desa Padan, Kecamatan Penengahan. 

"Pada saat di bekuk, pelaku sedang lakukan aksi yang sama," ujarnya. 

Pelaku berikut barang bukti berupa lembaran uang kertas mainan pecahan 100 ribu dan 50 ribu yang berjumlah 11 juta, 1 buah patung jenglot dalam kotak warna hitam, 1 botol minyak wangi, 2 bungkus dupa, 4 buah kalung emas imitasi dan 1 buah keris Semar sudah di amankan di Mapolsek Penengahan.  "Masih dalam penyidikan lebih lanjut," ujarnya. 

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar