#beritalampung#beritatanggamus#kriminal

Dua Pengeroyok Pria hingga Tewas di Pekon Banding Ditangkap

( kata)
Dua Pengeroyok Pria hingga Tewas di Pekon Banding Ditangkap
Lokasi pengeroyokan seorang pria hingga tewas di Pekon Banding, Tanggamus. Lampost.co/Rusdi


Kotaagung (Lampost.co): Anggota Tekab 308 Polres Tanggamus bersama Polsek Wonosobo dan Polsek Talangpadang dipimpin Kasat Reskrim Polres Tanggamus Iptu Hendra Safuan, menangkap dua pelaku penganiayaan berat atau pengeroyokan yang mengakibatkan seorang meninggal dunia yang terjadi di Jalan Raya Pekon Banding, Kecamatan Bandarnegeri Semoung (BNS), Tanggamus.

Kedua pelaku berinisial MH alias Tarbuha (56) dan anaknya berinisial AS (28) warga Pekon Gunung Doh, Kecamatan Bandarnegeri Semuong. Keduanya diamankan di salah satu rumah sakit yang berada di wilayah Kecamatan Gisting.

Selain mengamankan keduanya, tim juga mengamankan barang bukti berupa, 3 bilah senjata tajam jenis pisau badik, 1 helai jaket warna hitam, 1 kemeja pendek motif kotak-kotak, 1 helai baju kaos tanpa lengan warna biru, celana jin panjang warna biru, sarung senjata tajam, 2 helai sarung warna hijau dan cokelat, peci warna hitam, dan 2 sandal  warna hitam.

Hendra Safuan mengatakan penganiayaan berat dan atau pengeroyokan yang terjadi pada Kamis, 14 Juli 2022, malam, seorang korban meninggal dunia bernama Hasuddin (56) warga Pekon Gunung Doh meninggal dunia.

"Korban meninggal dunia di Jalan Raya Banding lalu dievakuasi ke Puskesmas Sanggi, dengan 4 luka tusuk pada bagian punggung," kata Hendra mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Satya Widhy Widharyadi, Jumat, 15 Juli 2022, malam.

Hendra menjelaskan kronologis kejadian pada Kamis 14 Juli 2022 yang diketahui sekitar pukul 22.00 WIB di Jalan Umum Pekon Banding, diketahui oleh pelapor Amir Hasan (58) selaku adik ipar korban yang mendapati korban dalam keadaan tertelungkup di jalan umum tersebut.

Kemudian adik ipar korban membawa korban ke Puskesmas Sanggi, namun dinyatakan oleh pihak medis bahwa korban telah meninggal dunia. Sehingga adik ipar korban langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Tanggamus untuk ditindaklanjuti.

"Berdasarkan keterangan saksi-saksi, kronologis kejadian, peristiwa berawal dari percekcokan masalah pribadi antara korban dan salah satu terduga pelaku," jelasnya.

Hendra mengatakan terduga pelaku sebanyak dua orang yakni berinisial MH dan AS yang merupakan bapak dan anak.

"Untuk AS telah diamankan di Polres Tanggamus, sementara MH masih dirawat di rumah sakit karena ia juga mengalami luka lengan kiri atas dan sayatan di wajah," ujarnya.

Hendra mengimbau kepada keluarga korban maupun terduga pelaku untuk tidak terprovokasi dan agar mempercayakan penanganan kasus tersebut kepada Polres Tanggamus.

"Kepada pihak korban, kami imbau agar tidak terprovokasi. Serahkan kepada Polres Tanggamus, kami akan bekerja secara profesional dan proporsional," ujarnya.

Atas perbuatan tersebut, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 170 Atat (2) ke-3 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama dua belas tahun.

Adi Sunaryo






Berita Terkait



Komentar