penyelundupanburung

Polisi Sita Ratusan Burung Kacer Ilegal Senilai Rp250 Juta

( kata)

KALIANDA (Lampost.co) -- Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni bersama Balai Karantina Pertanian kelas 1 Bandar Lampung wilayah kerja Bakauheni, mengamankan ratusan ekor burung kacer dari dalam mobil Kijang Inova D-1468-AAQ di Area Pemeriksaan Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Sabtu malam, 27 Juni 2020.

“Karena tidak memiliki dokumen resmi komiditi pertanian dan hewan dari daerah asal dan tujuan, maka Petugas KSKP menyita ratusan ekor burung tersebut dan kemudian serahkan kepada kami (BKP Wilker Bakauheni,red),” kata penyidik BKP wilker Bakauheni Buyung Hardiyanto kepada Lampost.co, Minggu, 28 Juni 2020.

Lebih lanjut, Buyung mengatakan pengiriman komoditas pertanian dan hewan yang tidak dilengkapi dokumen dari daerah asal dan tidak dilaporkan kepada petugas karantina melanggar Undang Undang No. 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.

“Untuk kelangsungan hidup, selanjutnya burung burung tersebut akan kami lepasliarkan ke habitatnya,”  ujarnya. 

Ia mengharapkan tindakan karantina bersama kepolisian ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi peraturan dan perundang-undangan dalam pengiriman komoditas karantina hewan, ikan dan tumbuhan.

"Jika masyarakat patuh terhadap peraturan karantina, maka  penyebaran penyakit hewan dan tumbuhan dari daerah asal maupun tujuan dapat diminimalisir,” katanya

Sebelumnya Kepala KSKP Bakauheni, Iptu Ferdiansyah mengatakan, penangkapan itu berawal saat petugas sedang melakukan pemeriksaan rutin terhadap kendaraan yang akan masuk ke pelabuhan.

"Saat anggota kami melakukan pemeriksaan rutin di pintu masuk Seaport Interdiction mendapati   salah satu kendaraan roda empat jenis Kijang Innova nopol D 1468 AAQ membawa puluhan bok berisi ratusan ekor burung kacer asal Jambi tujuan Jakarta," kata Kapolsek. 

Winarko



Berita Terkait



Komentar