#Penganiayaan#Kejahatan

Polisi Selidiki Dugaan Penganiayaan Tewaskan Satu Korban

( kata)
Polisi Selidiki Dugaan Penganiayaan Tewaskan Satu Korban
Ilustrasi. Medcom.id


Way Kanan (Lampost.co) -- Polisi di Kabupaten Way Kanan selidiki dugaan penganiayaan berat yang mengakibatkan korban Edison (27), meninggal dunia. Korban merupakan warga Dusun Umbulbaru, Kampung Bengkulu, Kecamatan Gununglabuhan ,kabupaten setempat.

Kapolres Way Kanan AKBP Binsar Manurung melalui Kasat intelkam AKP Saeful Nawas, dikonfirmasi, Sabtu, 28 November 2020 membenarkan telah terjadi kasus tindak pidana penganiayaan berat di wilayah setempat. Tinak pidana itu mengakibatkan korban meninggal dunia.

Ia mengatakan peristiwa bermula Jumat, 27 November 2020, sekitar pukul 20.30, di depan kediaman Sahrul, Desa Talang Sirih Negara Kemakmuran, Kecamatan Hulusungkai, Kabupaten Lampung Utara. Tidak lama kemudian datang pelaku memanggil korban untuk berbicara empat mata di samping rumah  Sahrul.

"Berdasarkan keterangan warga, beberapa waktu kemudian masyarakat sekitar tempat kejadian perkara mendengar adanya suara keributan. Selain itu ada orang yang berteriak minta tolong ada yang tengah berkelahi,” kata AKP Saeful, Sabtu, 28 November 2020.

Setelah warga langsung menuju tempat perkelahian tersebut dan dilihat Edison sudah terjatuh dan bersimbah darah. Lalu korban langsung dilarikan ke Puskesmas Gununglabuhan menggunakan kendaraan roda untuk mendapatkan pertolongan pertama.

"Pelaku inisial FI (40), diketahu iwarga Kecamatan Gunung Labuhan, Kabupaten Way Kanan, yang diduga melakukan penganiayaan berat. Setelah kejadian tersangka langsung melarikan diri meninggalkan lokasi kejadian<' ujarnya lagi.

Saat ini, perkara perkelahian mengakibatkan korban meninggal tersebut ditangani unit Reskrim Polsek Sungkai Utara dan Sat Reskrim Polres Lampung Utara. Penyelidikan kasus ini dibackup oleh anggota Polres Way Kanan dan Polsek Gunung Labuhan, mengingat korban dan pelaku sama-sama warga Kabupaten Way Kanan.

"Kami mengimbai kepada pelaku penganiayaan berat (anirat) untuk dapat segera menyerahkan diri. Jika tidak dipatuhi, maka tindakan tegas akan dilakukan," ujarnya kepada Lampost.co.

Terkait hal itu, Polres Way Kanan juga menghimbau terhadap keluarga korban agar menahan diri dari segala tindakan kekerasan. Serta, menyerahkan permasalahan ini sepenuhnya kepada Polri untuk di tindak lanjuti lebih lanjut kasus tersebut.

 

Abdul Gafur







Berita Terkait



Komentar