#tawuran#balapliar

Polisi Sayangkan Tak Ada Sanksi Tegas Pelajar Ikut Tawuran

( kata)
Polisi Sayangkan Tak Ada Sanksi Tegas Pelajar Ikut Tawuran
Kasat Sabhara Polresta Bandar Lampung, Kompol Suwandi. MTVL/ Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kasat Sabhara Polresta Bandar Lampung, Kompol Suwandi, menyayangkan tidak adanya sanksi tegas yang diberikan instansi terkait kepada pelajar yang terlibat tawuran dan balap liar.

"Kenapa kejadian berulang, karena dari pihak sekolah atau instansi terkait tidak memberikan sanksi tegas sebagai efek jera para pelajar," katanya. Selasa, 1 Maret 2022.

Baca juga: Terlibat Tawuran dan Aksi Brutal, 4 Pelajar Bersenjata  Diamankan

Kompol Suwandi mengatakan pihak kepolisian dapat memberikan sanksi tegas bagi para pelajar atau peserta yang terlibat dalam tawuran jika memenuhi unsur pidana. Misalnya terbukti membawa dan memiliki senjata tajam.

"Kalau yang hanya ikut-ikutan saja ya paling kami bina, setelah itu diserahkan kembali kepada orang tua masing-masing. Selebihnya itu menjadi tanggung jawab orang tua dan instansi terkait," kata dia.

Berulangnya kasus tawuran pelajar dan balap liar, lanjut Kompol Suwandi, merupakan suatu keprihatinan yang seharusnya menjadi fokus bersama. Ia berharap pemerintah bersama instansi terkait dapat memberikan efek jera bagi seluruh pelajar yang terbukti terlibat dalam aksi tawuran, yang dilakukan hampir setiap Minggu dini hari.

"Kalau saya baca berita itu hukuman dari dinas hanya pembinaan keagamaan dan mengaji, kalau dirasa itu tidak cukup ya ditambah sanksi yang sedikit lebih tegas. Agar kejadian serupa tidak terus terjadi, karena pelajar meremehkan hukuman yang diterimanya," ujarnya.

Sebelumnya Tim Patroli Satuan Samapta Polresta Bandar Lampung mengamankan empat orang pelajar terlibat tawuran pada Minggu, 27 Februari 2022 dini hari. Empat pelajar tersebut diamankan karena terbukti membawa dan memiliki senjata tajam seperti gir motor bertali panjang, celurit, dan parang.

Winarko







Berita Terkait



Komentar