pencurian

Polisi Ringkus Pembeli dan Penadah Ponsel Curian di Pringsewu

( kata)
Polisi Ringkus Pembeli dan Penadah Ponsel Curian di Pringsewu
Tim Tekan 308 Polres Pringsewu dan Polsek Sukoharjo amankan dua tersangka curat dan barang bukti dua sepeda motor . Dok Polres Pringsewu

PRINGSEWU (Lampung.co) -- Tim tekab 308 Polres Pringsewu bekerjasama dengan jajaran reskrim Polsek Sukoharjo mengamankan dua orang dalam kasus pencurian ponsel. Keduanya yakni sebagai pembeli, dan penadah barang hasil curian.

Kedua pelaku yaitu Yah (40), warga Pekon Totokarto Kecamatan Adiluwih, dan Sug (40), warga Pekon Kota Waringin Kecamatan Adiluwih. Mereka ditangkap dalam Operasi Cempaka Krakatau 2020, Senin, 17, Februari 2020, sekitar pukul 22.30 wib.

"Keduanya diamankan secara terpisah di kediamannya masing-masing tanpa perlawanan," ungkap Kasat Reskrim Polres Pringsewu AKP Sahril Paison, Rabu, 19 Februari 2020.

Sementara Kapolsek Sukoharjo Iptu Musakir menyatakan penangkapan kedua pelaku merupakan hasil pengembangan atas laporan korban Iswantoro (34), warga Pekon Pandansari Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu. Dalam laporannya korban menjelaskan pada 5 Februari 2020, telah terjadi pencurian tiga buah HP merk Xiomi 5A, Xiomi 4A dan OPPO A3 S serta uang tunai sebesar Rp600 ribu di rumahnya.

"Atas dasar laporan tersebut kemudian petugas melaksanakan penyelidikan dan akhirnya menangkap kedua pelaku sedangkan satu pelaku melarikan diri," ungkapnya.

Kapolsek menambahkan saat melakukan penangkapan tersangka Yah, petugas mengamankan barang bukti satu buah HP Xiomi 5A. Dari pengakuanya HP tersebut dibeli dari NGL (DPO) seharga Rp800 ribu pada 5 Februari 2020 pukul 18.45 wib, tetapi oleh pelaku Yah baru dibayar Rp600 ribu.

"Kemudian petugas melakukan penangkapan terhadap pelaku Sug di rumahnya, dan petugas dapat mengamankan dua sepeda motor, satu buah HP Xiomi 4A dan dari pengakuanya HP tersebut merupakan barang titipan dari NGL (DPO) yang meminta untuk dijualkan seharga Rp300 ribu," tambahnya.

Lalu, petugas mengejar tersangka lain yaitu NGL di kediamannya tetapi tetapi ada. Dugaan tersangka NGL sudah mengetahui kalau kedua rekanya sudah lakukan penangkapan. Namun polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor  Yamaha Vixion yang diduga kuat digunakan sebagai alat transportasi saat melakukan pencurian serta satu unit sepeda motor Yamaha Vega yang diduga kuat hasil dari tindak kejahatan.

"Saat status NGL sudah ditetapkan menjadi daftar pencarian Orang (DPO)," ungkapnya.

 

Winarko



Berita Terkait



Komentar