pencabulanlampungtimur

8 Saksi Diperiksa Kasus Pencabulan di P2TP2A Lamtim

( kata)
8 Saksi Diperiksa Kasus Pencabulan di P2TP2A Lamtim
NF (14), korban dugaan asusila dengan terlapor DA oknum anggota Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Lampung timur, menjalani pemeriksaan BAP lanjutan di Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Lampung, Selasa, 7 Juli 2020. A


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- NF (14), korban dugaan asusila dengan terlapor DA oknum anggota Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Lampung timur, menjalani pemeriksaan BAP lanjutan di Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Lampung, Selasa, 7 Juli 2020.

Berdasarkan pantauan Lampost.co, setidaknya ada delapan saksi sedang menjalani pemeriksaan sejak pukul 10.00 WIB. Mereka adalah korban, ayah korban, kerabat korban, dan tetangga korban. Kemudian dua orang dari P2TP2A Lampung timur, dan dua orang dari Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pemkab Lampung Timur.

Sementara korban (NF) dimintai keterangan di ruang anak lantai I Ditreskrimum Polda Lampung didampingi LBH Bandar Lampung, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung.

Kadis PPPA Provinsi Lampung Theresia Sormin mengatakan, orang tua korban dan korban sendiri, sudah lunak dan akan mendapatkan pendampingan di Rumah Aman Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Lampung, yang dilengkapi dengan berbagai SDM, seperti pendamping bidang konseling, bidang hukum, bidang pendidikan psikolog dan perangkat lainnya.

"Harapan saya nanti masuk ke rumah anak (rumah aman) kalau kemarin kan masih enggak mau dititipkan di rumah aman kita, tapi tadi saya bujuk sudah mau. Orang tuanya juga udah tinggal nunggu rujukan dari Polda dan nanti berkasnya dilengkapi. Saya akan lindungi dia, saya dampingi saya assement," katanya.

Terkait adanya potensi korban lain yang dijadikan budak seksual dan dijadikan pekerja seks oleh terlapor, ia belum bisa mengaminkan hal tersebut. Akan tetapi jika ada korban lainnya dari terlapor DA, bisa melapor ke Polda atau polres, dan bisa melapor ke Dinas PPPA Provinsi Lampung.

"Ya bisa melapor ke polda dan kepolisi, cuma ini praduga tak bersalah, kita tunggu aja dari kepolisian," katanya.

Kemudian guna mencegah tumpang tindih kewenangan, pihaknya telah menyusun dan membentuk Unit UPT PPA Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 15 Kabupaten Kota.

Informasi yang didapat Lampost.co, selain sering dicabuli oleh DA, korban diduga dijadikan alat pemerasan. DA memanfaatkan NF untuk memeras sekitar 4 orang dengan cara mendesain agar korban mau bertemu dan berhubungan orang-orang tersebut. Kemudian pria-pria yang berhubungan dengan korban ditangkap basah oleh DA, dan diperas agar perkara tersebut damai.

Selain itu, NF juga diduga dijual ke salah satu pegawai rumah sakit dengan bayaran Rp700 ribu.

Winarko







Berita Terkait



Komentar