#Penyelundupan#SatwaLiar

Polisi Pelabuhan Gagalkan Penyelundupan Satwa Liar

( kata)
Polisi Pelabuhan Gagalkan Penyelundupan Satwa Liar
Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni menggagalkan penyelundupan satwa liar, Kamis, 20 Agustus 2020. (Foto: Aan Kridolakosno/Lampost.co)

Kalianda (Lampost.co)--  Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni menggagalkan penyelundupan satwa liar. Dalam operasi ini aparat menangkap supir truk berikur sejumlah satwa liar.

Muhamad Sidik (56), sopir truk Hino nopol BE-9173-BT diamankan petugas di Pintu Masuk Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Rabu, 19 Agustus 2020 sekitar pukul 00.30 WIB. Truk warna hijau tersebut diamankan polisii karena membawa dan mengangkut 11 paket berisi satwa liar berbagai jenis tanpa dokumen resmi.

Lantaran tidak memiliki dokumen resmi, yang bersangkutan melanggar Pasal 88 UU RI No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Ikan, Hewan, dan Tumbuhan.  Kesebelas paket itu rinciannya 5 paket berisi kura kura, 2 paket lobi lobi, 3 keranjang plastik berisi biawak dan 2 kranjang plastik berisi uar sanca kembang.

"Truk Hino warna hijau itu kami amankan karena mengangkut satwaliar tanpa dokumen resmi," kata Kanitreskrim KSKP Bakauheni Ipda Mustolih mewakili Kepala KSKP Bakauheni AKP Ferdiansyah kepada lampost.co, Kamis, 20 Agustus 2020.

Menurut pengakuan Muhamad Sidik, Ungkap Mustolih, ratusan satwa liar itu diangkut dari Gudang Expedisi PT. Osaka Jaya Transindo yang beralamat di Jalan Ikan Jerabat Bumiwaras Bandar Lampung dengan tujuan Gudang Expedisi PT. Osaka Jaya Transido jalan Mangga Dua, Jakarta dengan ongkos Rp 235ribu yang diterima oleh perusahaan ekspedisi tersebut.

"Kemudian kami berkoordinasi dengan Balai karantina pertanian wilayah kerja Bakauheni untuk proses lebih lanjut," pungkasnya.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar