Kebakaran

Polisi Olah TKP Kebakaran SPBU di Baradatu

( kata)
Polisi Olah TKP Kebakaran SPBU di Baradatu
Foto. Dok

WAY KANAN (Lampost.co) -- Tim Indonesia Automatic Finger Print Indentification System (Inafis) Polres Way Kanan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran di ruang gudang SPBU 24.345.18 di Kampung Tiuh Balak, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan, Kamis, 30 April 2020.

Kapolsek Baradatu AKP Mulyadi mengungkapkan, kronologis kejadian pada Kamis 30 April 2020 sekitar pukul 04.30 WIB berdasarkan keterangan saksi Rista saat itu, baru selesai sahur dan hendak mencuci piring di dapur.

Kemudian mendengar ada suara percikan api di gudang samping asrama karyawan SPBU yang berjarak sekitar 3 meter dari asrama karyawan tersebut. Saat keluar dari pintu belakang, saksi melihat ada api di dalam gudang, dan langsung berteriak meminta tolong serta memberitaukan kepada Subanriyo (Pengawas SPBU).

"Kemudian Subandriyo bersama rekannya yang juga karyawan SPBU yakni Eka, Apri dan Rio untuk memadamkan api yang mulai membesar. Karena semakin besar akhirnya Subandriyo masuk kantor SPBU untuk mengambil alat pemadam api dan langsung menuju gudang tempat kebakaran namun api tidak dapat dipadamkan" ujarnya.

Akibat kejadian itu beberapa barang tidak dapat diselamatkan, di antaranya satu unit mobil kijang inova nopol B 2745 CBB, satu unit mobil grand max B 9240 BAL, satu unit sepeda motor honda beat dan satu unit motor honda blade.

"Ini masih melakukan pengembangan untuk penyelidikan lebih lanjut," terang Kapolsek.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Way Kanan AKP Devi Sujana, menambahkan mendapat laporan tersebut tim inafis Polres Way Kanan bersama Polsek Baradatu yang dipimpin oleh Kasat Reskrim langsung menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kebakaran di ruang gudang SPBU.

Dari hasil olah TKP, polisi mengamankan beberapa barang yang turut terbakar, lebih lanjut pengamanan barang bukti guna mengetahui penyebab kebakaran. "Selain itu, untuk kepentingan penyelidikan berdasarkan laporan korban kami akan memeriksa saksi-saksi yang mengetahui kronologis kejadian, “ tegasnya. 

Winarko



Berita Terkait



Komentar