#penganiayaan

Polisi Masih Kumpulkan Bukti Penganiayaan oleh Anggota DPRD

( kata)
Polisi Masih Kumpulkan Bukti Penganiayaan oleh Anggota DPRD
Ilustrasi. Lampost.co

Kotabumi (Lampost): Kepolisian Sektor (Polsek) Bukitkemuning masih mengumpulkan bukti-bukti terkait laporan warga yang menjadi korban aksi pemukulan oleh oknum anggota Dewan (AD). Kejadian menimpa warga Kecamatan Abungtinggi yang dilakuakn anggota DPRD Lampura yang bermukim di sana.

Kapolsek Bukitkemuning AKP Tatang Maulana mewakili Kapolres Lampung Utara AKBP Bambang Yudho Martono mengatakan pihaknya sampai dengan saat ini tengah mengumpulkan keterangan dari saksi. Hal itu menindaklanjuti laporan pemukulan serta pencekikan yang dialami korban dengan nomor: STPL/101/B-1/IV/2020/PLD.LPG/RES.LAMUT/SEK.BUKIT.

"Saat ini kami sedang mengumpulkan bukti serta mendengarkan saksi-saksi. Memberatkan atau meringankan pelaku," kata dia melalui sambungan ponselnya, Selasa malam, 5 Mei 2020.

Menurut dia, dari keterangan sementara yang didapat beberapa saksi ada yang pro dan kontra. Sehingga pihaknya berusaha berada di tengah guna memberikan keadilan kepada dua belah bertikai.

"Ya keterangan kami dapat sementara begitu, ada yang memberatkan dan sebaliknya meringankan. Tapi kami berjanji akan menguak sedetail-detailnya kasus tersebut demi memberikan keadilan bagi seluruh warga Indonesia," ujarnya.

Pihaknya berjanji mengungkap seterang-terang kasus yang menyeret anggota Dewan asal PDIP dapil III itu sehingga dapat menegakkan keadilan. "Sementara ini keterangan saksi sudah ada yang mengarah kepada tindakan itu (pidana), jadi kami masih terus melakukan penyelidikan di lapangan. Kalau soal pelimpahan di Polres Lampura menargetkan dalam pekan ini akan segera dilakukan," katanya.

Sebelumnya, seorang oknum anggota DPRD Lampung Utara menampar dan mencekik leher seorang kuli panglong kayu. Akibat penganiayaan tersebut, korban Sandi (27), warga Desa Pulaupanggung, Kecamatan Abungtinggi, mengalami luka memar di rahang dan leher. Bahkan, setelah aksi pemukulan itu dia mengalami kesulitan makan dan minum.

Menurut korban, yang ditemui di Mapolsek Bukitkemuning mengatakan kejadian itu berawal Sabtu siang, sekitar pukul 13.00 WIB. Seperti biasa, hari itu dia bersama rekannya bekerja di sawmil milik terlapor.

Karena sesuatu hal, Sandi dan rekannya Anta terlibat adu mulut. Setelah cekcok di lokasi tempat bekerja, saat itu pelaku Abadi datang menemui mereka. Menanyakan siapa yang ribut dan korban pun menjawab dirinya.

"Saat itulah Abadi langsung memukul rahang dan mencekik leher saya," kata korban.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar