#korupsijalan#penipuan

Polisi Kumpulkan Alat Bukti Perkara Jual Beli Proyek Dinas Bina Marga Lampung

( kata)
Polisi Kumpulkan Alat Bukti Perkara Jual Beli Proyek Dinas Bina Marga Lampung
Tangkapan layar proses persidangan terdakwa Hasrul, yang menghadirkan saksi Nurbuana dan Juprius beberapa waktu lalu. Foto: Lampost.co/Asrul S Malik


Bandar Lampung (Lampost.co) --Polresta Bandar Lampung masih mengumpulkan alat bukti untuk mendalami keterlibatan orang lain dalam jual beli proyek Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung. Dalam perkara ini, terdakwa Hasrul Alias Ujang, PNS BMBK Lampung dituntut tiga tahun penjara, di PN Tanjungkarang, pada Senin, 23 Agustus 2021.

"Kami masih mencari alat bukti untuk keterlibatan pihak lain, termasuk saksi Nurbuana, dan juga pihak lainnya (Juprius)," ujar Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Resky Maulana, Selasa, 24 Agustus 2021.

Pihaknya juga menunggu proses persidangan apakah ada fakta baru, petunjuk terkait alat bukti, hingga permintaan majelis hakim untuk mengembangkan perkara tersebut. Sidang vonis Hasrul bakal dilangsungkan pada 26 Agustus 2021.

"Kami lihat nanti pertimbangan majelis Hakim," katanya.

Baca juga: ASN Lampung Dituntut Tiga Tahun karena Jual Beli Proyek Dinas Bina Marga

Resky juga membenarkan telah meminta keterangan adik Kandung Juprius, yakni Yusron, saat proses penyelidikan dan penyidikan. Nama Yusron disebut Hasrul menjadi perantara penerimaan uang fee proyek.

Sementara dalam  sidang tuntutan pada 23 Agustus 2021, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nilam Agustini Putri memaparkan fakta-fakta persidangan  yakni keterangan saksi dan terdakwa selama bergulirnya perkara ini di meja hijau. Terdakwa Hasrul dalam keterangannya di persidangan membenarkan menerima uang dari Dafriansyah sebesar Rp684 juta, penerimaan dua tahap pada Januari dan Februari 2020.

Hasrul  mengakui dan  merasa yakin dan percaya bahwa proyek yang  djanjikan kepada korban senilai Rp37 miliar milik Juprius, karena Juprius mengklaim dekat dengan pejabat tertentu. Ia membenarkan, pada 31 Januari 2020 Dafriansyah menyerahkan uang Rp500 juta ke dirinya. Kemudian Hasrul bersama saksi Sudirman membawa uang tersebut untuk diantar ke Juprius.

Hasrul membenarkan saat ditengah jalan ia ditelpon dan diperintah Juprius untuk menghubungi saksi Yusron yang merupakan adik ipar Juprius. Selanjutnya, Hasrul menghubungi Yusron terkait perintah Juprius. Kemudian Yusron menemui Hasrul di Jalan Sultan Agung Way Halim, dan Hasrul menunjukkan uang di dalam mobil saksi Sudirman.

Hasrul juga membenarkan adanya percakapan Yusron dan Juprius via telepon yang ia dengar. Di telepon, ia mendengar Juprius memerintahkan untuk mengantarkan uang ke Kantor Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) di Telukbetung Utara.

Hasrul menyebut Yusron memerintahkan dirinya memindahkan uang dari mobil Sudirman ke Mobil Yusron. Sesampainya di Kantor AEKI, Juprius menunggu di depan teras.

Baca juga: Oknum Dinas Bina Marga Lampung Didakwa Jual Beli Proyek

Hasrul dan Yusron turun dari mobil, kemudian Juprius memerintahkan uang Rp500 juta dibawa ke dalam kantor. Ia melihat uang tersebut diantar ke dalam kantor AEKI dan diterima oleh adik kandung Juprius bernama Elsi.

Sementara Nurbuana dalam keterangannya tidak mengetahui menerima uang dari Dafriansyah. Namun, pernah bertemu dengan Korban Dafriansyah pada 2019. Nurbuana juga membenarkan menerima uang Rp75 Juta dari Juprius yang diserahkan oleh Hasrul. Uang tersebut disebut Nurbuana untuk membuat penawaran proyek yang akan dimenangkan oleh Dafriansyah.

Nurbuana juga mengaku bersama Hasrul menemui Juprius sebanyak tiga kali. Ia pernah menanyakan proyek yang dijanjikan Juprius,  karena banyak yang mempertanyakan pengerjaan proyek tersebut ke Nurbuana.

Sementara, dalam keterangannya di persidangan Juprius membantah seluruh tudingan tersebut. Ia mengaku mengenal Hasrul sejak 2020, namun tidak  mengenal Dafriansyah.

Juprius membenarkan bertemu Hasrul tiga kali di kantor AEKI dan di rumah Juprius di Sukabumi. Namun, ia mengaku, ingin membantu Juprius di pencalonan Bupati Way Kanan. Juprius mengaku  tidak pernah menerima dan tidak tahu masalah uang Rp684 Juta dari terdakwa Hasrul.


 

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar