#pemalsuan

Polisi Gerebek Pembuatan Dokumen Palsu di Wayhalim

( kata)
Polisi Gerebek Pembuatan Dokumen Palsu di Wayhalim
Sejumlah barang bukti yang disita polisi dari jasa pembuatan dokumen palsu. Istimewa


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Eko Hadi Saputra (35) ditangkap oleh polisi karena diduga melakukan pembuatan sejumlah dokumen palsu. Penggerebekan oleh Polresta bersama pamong setempat itu dilakukan di sebuah ruko Jalan Raden Pemuka, Kelurahan Gunungsulah, Kecamatan Wayhalim, Bandar Lampung, Rabu, 15 Desember 2021.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, warga Way Halim itu tidak dapat berkutik saat digerebek polisi dan pamong setempat ketika melakukan aktivitas ilegal. 

RT setempat, Agus Tono, mengatakan polisi juga mendapati tiga pria yang diduga sebagai pemesannya saat digerebek.

"Selain itu, petugas pun mendapati tiga pria di dalam ruko yang diduga sebagai pemesan atau konsumennya yakni berinisial AR (Aan Ramadhan), RS (Rendi Saputra), DW (Doni Wahyu)," katanya.

Ketika dimintai keterangannya, para terduga pelaku ini pun mengaku sudah lebih dari dua tahun melakoni bisnis ilegalnya tersebut. Dengan mematok harga yang bervariasi untuk mencetak kartu tersebut.

"Petugas menyita sejumlah barang bukti diduga dokumen palsu, seperangkat komputer dan mesin printer, 7 buah buku tabungan BCA dan Mandiri, 40 Lembar Kartu E-KTP, 49 Lembar Kartu NPWP, 11 lembar kartu mahasiswa berbagai perguruan tinggi," ujar Agus. 

Baca juga: Polresta Buru Sindikat Pemalsu STNK dan BPKB

Kemudian, 50 lembar rekening koran tabungan berbagai bank swasta, 17 lembar surat keterangan dari sejumlah kelurahan/desa, 11 lembar kartu keluarga, 5 lembar surat izin usaha atau SIUP SITU, 3 lembar surat akte cerai. 

"Terduga pelaku beserta tiga pemesannya serta seluruh barang bukti diserahkan kepada Polresta Bandar Lampung untuk proses hukum lebih lanjut serta mencari tahu pemasok atau penjual bahan material untuk mencetak sejumlah dokumen negara tersebut," katanya.

Agus melanjutkan pelaku sudah ditangkap polisi. Namun, kabar beredar pelaku sudah dibebaskan. 
"Sudah dikeluarkan lagi oleh polisi kabarnya,"katanya, Senin, 27 Desember 2021.

Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Ino Harianto belum mengetahui peristiwa itu dan akan berkoordinasi dengan jajarannya.

"Belum dapat laporan nanti akan saya tanyakan," ujar Ino di ruang kerja, Senin, 27 Desember 2021. 

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar