#LAMPUNGBAYCITY#BANDARLAMPUNG

Polisi Gandeng Puslabfor Mabes Cek Apartemen Ambrol

( kata)
Polisi Gandeng Puslabfor Mabes Cek Apartemen Ambrol
Tim Puslabfor Mabes Polri melakukan pengecekan ke lokasi proyek pembangunan Lampung Bay City yang ambrol (Foto : Istimewa)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Anggota Polsek Telukbetung Selatan, melakukan pengecekan proyek pembangunan Lampung Bay City yang ambrol dan menyebabkan satu pekerja meninggal. Pengecekan lokasi oleh Polsek itu dibantu tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri, Rabu, 31 Maret 2021.

"Ya benar, kami melakukan pengecekan (konstruksi)," ujar Kapolsek Telukbetung Selatan, Kompol Hari Budianto, di Mapolsek, Rabu, 31 Maret 2021.

Menurutnya, tim Puslabfor mengambil beberapa sampel pada proyek bangunan tersebut untuk di uji laboratorium.

"Biasanya laboratoriumnya sekitar 14 hari," katanya.

Diberitakan sebelumnya, proyek pembangunan Lampung Bay City dikerjakan oleh PT Nusa Raya Cipta. Proyek tersebut terletak di Jalan Yos Sudarso, Bumi Waras, Telukbetung Selatan, dan ambrol, Sabtu 27 Maret 2021.

Akibat musibah itu, satu pekerja bernama Ruslaini, warga Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, meninggal dan satu pekerja lainnya Joni, warga Bandar Lampung mengalami luka patah kaki.

Bagian yang ambrol terjadi di lantai V yang dalam pengerjaan (pengecoran). Proyek tersebut masih dalam satu kawasan di RS Budi Medika yang belum lama beroperasi. 


Anggota Polsek telah meminta keterangan dari pengawas proyek tersebut, pada Senin, 28 Maret 2021. Pihaknya juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) awal usai kejadian. Aparat juga telah memeriksa sekitar empat saksi sesama pekerja yang mengetahui kejadian. Tiga diantaranya pekerja, dan satu orang safety officer Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Dengan demikian, lima saksi telah dimintai keterangan.

Di sisi lain, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Lampung melakukan pengecekan terhadap kecelakaan kerja di proyek pembangunan Lampung Bay Citiy.

Informasi yang didapat Lampost.co dari penelusuran Disnaker serta saksi, lokasi yang ambrol itu berada di lantai 5 zona 6 dan dalam tahap pengecoran.

Dari pemeriksaan, fakta yang didapat Disnaker terhadap kondisi yang berbahaya dalam pengerjaan proyek tersebut. Kadisnaker Provinsi Lampung Agus Nompitu membenarkan pengecekan tersebut. Ia menyatakan penyebab meninggalnya korban dari pengecekan sementara karena salah satu korban tidak menggunakan alat pelindung diri (APD). Meski demikian, seluruh pekerja proyek tersebut terdaftar dalam kepesertaan BPJS Tenaga Kerja.

"Diduga ada keteledoran, karena ada yang tidak pakai APD," ujar Agus.

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar