narkobasabuganja

Polisi Gagalkan Penyelundupan 46 Kg Sabu Asal Malaysia

( kata)
Polisi Gagalkan Penyelundupan 46 Kg Sabu Asal Malaysia
Polda Kepri melakukan konferensi pers pengungkapan kasus narkoba jaringan internasional, Selasa, 19 Januari 2021. Medcom.id/ Anwar Sadat Guna


Batam (Lampost.co) -- Polda Kepulauan Riau mengungkap sindikat peredaran narkotika jaringan internasional. Polisi menyita 46 kilogram sabu asal Malaysia dari tangan tiga orang pelaku.

Wakapolda Kepri, Brigjen Darmawan, mengatakan pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang dikembangkan oleh Ditresnarkoba Polda Kepri pada Senin, 17 Januari 2021.

"Dari informasi tersebut, tepatnya di parkiran foodcourt, Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Ditresnarkoba Polda Kepri berhasil mengamankan dua orang tersangka inisial N dan MD dengan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 1 kilogram," kata Darmawan, Selasa, 19 Januari 2021.

Dia menjelaskan dari keterangan dua tersangka tersebut dikembangkan lagi dan keesokan harinya sekitar pukul 09.30 WIB didapatkan satu orang tersangka berinisial MY di tepi jalan Pelabuhan Sagulung.

"Dari tersangka tersebut didapatkan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak dua kilogram," jelas Darmawan.

Menurut pengakuan ketiga tersangka, ada barang bukti ditempat lain sehingga tim Ditresnarkoba Polda Kepri sekitar pukul 10.30 WIB menuju lokasi yang kedua yakni di gudang Musala Teluk Bakau, Pulau Terong, Belakang Padang, Batam.

"Di sini ditemukan barang bukti narkotika sabu sebanyak 8 kilogram. Tak hanya di situ saja, akhirnya tim melakukan penggeledahan di rumah tersangka MY dan didapatkan barang bukti narkotika sabu sebanyak 35 kilogram, sehingga total keseluruhan barang bukti yang ditemukan 46 kilogram," ungkapnya.

Darmawan menyampaikan untuk sementara dari hasil pengembangan, ada beberapa nama yang belum dapat disebutkan. Namun keluarga tersangka MY mengatakan barang tersebut titipan seseorang berasal dari Malaysia.

"Menurut informasi yang kami terima, yang menyelundupkan itu masih dalam proses di Malaysia. Namun, demikian kita tidak sekedar mempercayai informasi tersebut. Tentunya, kita akan melakukan penanganan lebih lanjut, apakah barang tersebut masih ada yang lain atau apakah masih ada tersangka lainnya, akan kami ungkap nantinya," ujarnya.

Atas perbuatan para tersangka dapat dikenakan Pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Undang – Undang Republik Indonesia no. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.

Winarko







Berita Terkait



Komentar