jusufkallapolisi

Polisi Diminta Tindaklanjuti Laporan Putri Jusuf Kalla

( kata)
Polisi Diminta Tindaklanjuti Laporan Putri Jusuf Kalla
Ilustrasi Medcom.id


Jakarta (Lampost.co) -- Langkah putri mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Muswira Kalla, yang melaporkan eks politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean dan pengamat politik Rudi S Kamri ke Bareskrim Polri didukung banyak pihak. Polisi diminta segera menindaklanjuti laporan tersebut.

Ketua Jenggala Center Ibnu Munzir mengatakan pihaknya akan terus mengawal kasus ini. Ibnu mengeklaim sudah ada 12 Daerah Jenggala Center membuat laporan secara resmi ke kepolisian daerah masing-masing.

 

"Kemudian, selain itu, kami juga mendapatkan dukungan dan dorongan pihak masyarakat, kurang lebihnya ada 1.685 dukungan terhadap petisi agar kasus ini ditindaklanjuti secara hukum," kata Ibnu kepada awak media, Jakarta, Rabu, 23 Desember 2020.

Ibnu menilai perbuatan yang dilakukan Ferdinand dan Rudi sangat tidak pantas. Mengingat tuduhan yang disematkan pada Jusuf Kalla tidak memiliki bukti-bukti yang kuat.

Sekalipun keduanya mengaku tidak menulis nama secara eksplisit. Akan tetapi, kata dia, hal ini telah menimbulkan keresahan dan memicu konflik di kalangan masyarakat Indonesia.

"Oleh sebab itu Indonesia sebagai negara demokrasi tentu saja tidak melarang siapa pun untuk menyampaikan pendapat atau pikiran-pikiran sepanjang apa yang disampaikan itu berdasarkan landasan-landasan yang sah atau memiliki teori berdasarkan fakta-fakta," tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Penasehat Jenggala Center sekaligus Tokoh Senior Partai Golkar, Iskandar Mandji. Iskandar mengatakan Jenggala Center dalam hal ini mencoba mengakomodir berbagai keresahan bukan hanya anggota Jenggala yang terafiliasi sebagai keluarga besar JK tetapi juga melihat reaksi masyarakat luas yang tidak terima JK mendapatkan perlakuan demikian.

"Kita tau bagaimanapun JK mantan wapres RI, ketua dewan mesjid juga ketua palang merah Indonesia, sekaligus tokoh perdamaian," kata dia. banyak orang," kata dia.

Sebelumnya, Muswira Kalla melaporkan mantan politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahean dan pengamat politik Rudi S. Kamri ke Bareskrim Polri. Keduanya dipolisikan atas tuduhan menyebarkan berita bohong atau fitnah melalui media sosial.

Muswira didamping oleh 50 kuasa hukum dalam pelaporan ini. Laporan Muswira terdaftar dengan nomor ST/407/12/2020/Bareskrim. Muswira dan puluhan pengacaranya meminta kepolisian profesional mengusut kasus tersebut.

Winarko







Berita Terkait



Komentar