#Pencurian#Penadah#Kejahatan

Polisi di Way Kanan Tangkap Buron Penadah Ternak

( kata)
Polisi di Way Kanan Tangkap Buron Penadah Ternak
Tekab 308 Polres Way Kanan menangkap buron Andi Supriyadi alias Dewan. Tersangka penadah ternak hasil curian itu tengah menjalani pemeriksaan, Kamis 14 November 2019. (Foto: Candra Putra Wijaya/Lampost.co)

Way Kanan (Lampost.co) -- Tekab 308 Polres Way Kanan menangkap buron Andi Supriyadi alias Dewan. Ia merupakan tersangka penadah hasil kejahatan pencurian hewan ternak empat tahun silam.

“Penangkapan Supriyadi hasil pengembangan kasus pencurian kendaraan bermotor di dusun I Kampung Punjul Agung Kecamatan Buaybahuga,” kata Kapolres Way Kanan AKBP Andy Siswantoro melalui Kasat Reskrim AKP Devi Sunjana, Kamis 14 November 2019.

Ia memaparkan penangkapan Supriyadi berlangsung Selasa, 12 November 2019. Petugas mendapat informasi keberadaan tersangka. Setelah penyelidikan, pukul 03.00 WIB, di Baturaja Provinsi Sumsel, Tekab Satreskrim Polres Way Kanan dipimpin Kasat Reskrim AKP Devi Sunjana berhasil mengamankan tersangka.

“Supriyadi merupakan tersangka kasus pencurian kendaraan bermotor pada Senin, 14 Oktober 2019 lalu, sekitar pukul 11.00 WIB. Setelah tertangkap dan dilakukan pengembangan diketahui ia juga DPO kasus pencurian ternak pada 2015 silam,” ujarnya.

Terangnya lagi, empat tahun lalu kepolisian Way Kanan berhasil mengungkap kasus pencurian hewan ternak dengan empat pelaku yakni Hanafi, Adi alias Pak Wek, Jan, Edi Sofyan alias Tuan. Keempatnya sudah menjalini hukuman di Lapas Kelas II B Way Kanan.

Saat itu keempatnya mencuri hewan ternak di Kampung Karangagung Kecamatan Blambanganumpu, Kabupaten Way Kanan dengan membawa tiga ekor sapi ditarik dan digiring. Kemudian sapi tersebut dijual para pelaku kepada Andi Supriyadi alias Dewan.

Mengenai kejahatan teranyar Supriyadi ia menerangkan, kasus tersebut merupakan pencurian kendaraan bermotor. Istri korban bernama Tumini (40) pulang dari kebun. Sehabis menderes karet mengendarai sepeda motor Honda Beat putih dengan Nopol:B4705TNE. Sampai di rumah sepeda motor diparkirkan dibelakang rumah.

Tumini baru menyadari setelah pukul 14.00 WIB mengecek sepeda motor tidak ada di tempat. Kemudian korban Sarijan bersama saksi mencari sepeda motor di sekitar rumah tetapi tidak ditemukan. Korban mengalami kerugian Rp12.300.00 dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Buay Bahuga.

“Atas perbuatannya pelaku diancam pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan dan atau 480 KUHP tentang barang yang diketahuinya atau yang patut harus disangkanya barang itu diperoleh karena kejahatan dengan kurung maksimal empat tahun penjara,” ungkapnya.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar