#Kerusuhan#Register-45#Bentrok-Mesuji

Polisi di Mesuji Periksa Saksi Insiden Register 45

( kata)
Polisi di Mesuji Periksa Saksi Insiden Register 45
Kondisi kediaman Wayan Ana usai dirusak massa di Kawasan Hutan Register 45. (Foto: Lampost.co/Ridwan Anas)


Mesuji (Lampost.co) -- Polisi menindaklanjuti insiden Register 45 di Kabupaten Mesuji, Kamis, 26 Desember 2019. Polisi mulai memeriksa para saksi pengeroyokan Wayan Ana di Kawasan Hutan Tanaman Industri Register 45 yang terjadi Selasa, 24 Desember 2019.

Kapolres Mesuji, AKBP Alim, kepada Lampost.co mengatakan pihaknya akan melakukan upaya penegakan hukum dalam kasus tersebut. Sebagai langkag awal jajarannya tengah memeriksa para saksi kejadian tersebut.

"Kami lakukan upaya penegakan hukum saat ini. Nanti kami rilis kalau tersangka sudah mengerucut. Saat ini masih upaya memanggil para saksi-saksi di lapangan," jelas Kapolres lewat pesan singkat.

Disisi lain, Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Murni, menegaskan kelompok yang melakukan penyerangan atau Wayan Ana bukan dari kelompok yang ikut kemitraan pemerintah.

Meski demikian ia menjelaskan lahan yang diperebutkan dalam insiden tersebut bekas lahan kemitraan. "Lahan yang diperebutkan memang eks kemitraan namun mereka yang berseteru bukan bagian dari kemitraan," jelas Murni lewat telfon.

Penganiayaan terhadap Wayan Ana sendiri karena aksi klaim lahan yang dilakukan korban di wilayah kelompok Karya Tani. Akibat insiden tersebut Wayan Ana mengalami luka bacokan pada bagian wajah.

Wayan Ana yang juga mantan pengurus kelompok Karya Tani sempat melakukan penyetopan bajak dan klaim lahan fasum di Register 45 seluas 2,5 Ha terletak di belakang kediaman Wayan Ana.

Aksinya tersebut memicu kemarahan warga yang berujung penyerangan kediaman dan melukai Wayan Ana. Saat ini, situasi di Register 45 sudah kembali kondusif.

Abdul Gafur







Berita Terkait



Komentar