$Penggelapan#BPBD

Polisi Dalami Dugaan Penggelapan Uang BPBD Bandar Lampung

( kata)
Polisi Dalami Dugaan Penggelapan Uang BPBD Bandar Lampung
Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Resky Maulana. (Foto: Salda Andala/Lampost.co)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Satreskrim Polresta Bandar Lampung mendalami kasus dugaan penggelapan uang oleh Krissanti, bendahara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota setempat. Polisi akan menyimpulkan hasil pemeriksaan kasus ini dalam waktu dekat.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Resky Maulana mengatakan pihaknya sudah memeriksa pelapor dan terlapor kasus tersebut. Polisi akan menyampaikan hasil pemeriksaan baik pidana atau lainnya dari kasus ini beberapa hari kemudian.

"Ada pidana lain nanti kami simpulkan ketika gelar perkara. Penanganan kasus ini masih berproses dalam tahap penyelidikan. Terlapor sudah menjalani pemeriksaan beberapa hari lalu," kata Resky, kepada Lampost.co, Minggu, 20 Juni 2021.

Resky melanjutkan, untuk mendalami kasus ini pihak kepolisian sudah meminta keterangan pihak Bank Waway. Namun, ketika ditanya hasilnya, ia belum bisa menyampaikan informasi tersebut  karena penyelidikan masih berlanjut.

"Sudah kami lakukan pemeriksaan. Itu merupakan suatu rangkaian penyelidikan," katanya.

Sebelumnya, 18 anggota Pemadam Kebakaran (Damkar) BPBD Kota Bandar Lampung melaporkan bendahara mereka, Krissanti ke kepolisian dengan dugaan penggelapan uang. 

Uang tersebut merupakan jaminan pinjaman atau uang blokiran anggota Damkar di Bank Waway yang bisa diambil sebanyak dua kali dan hanya dilakukan pada akhir tahun. 

Uang jaminan itu semestinya dapat diambil setiap anggota sebesar kurang lebih Rp1,5 juta.  Akan tetapi hal itu tidak dapat dilakukan karena pihak bank menyatakan uang telah diambil bendahara BPBD Bandar Lampung.

Abdul Gafur







Berita Terkait



Komentar