#orderfiktif#online

Pelaku Order Fiktif di Bandar Lampung Diburu

( kata)
Pelaku Order Fiktif di Bandar Lampung Diburu
Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Resky Maulana. Dok. Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Satreskrim Polresta Bandar Lampung menyelidiki kasus orderan fiktif yang menimpa sejumlah pedagang online di Kota Bandar Lampung. Setidaknya ada sekitar lima pedagang yang tertipu orderan fiktif kerugian mencapai jutaan rupiah.

Kepala Satreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Resky Maulana menegaskan meski korban enggan melaporkan kejadian ini ke kepolisian, namun pihaknya tetap melakukan penyelidikan. Hal ini dilakukan agar pelaku bisa terungkap sehingga tidak ada korban lagi ke depannya.

Baca juga: Toko Kulkas hingga Pedagang Pempek di Bandar Lampung Tertipu Orderan Fiktif

"Kami bergerak cepat menemui korban di rumahnya kemarin. Kemudian disampaikan apakah korban akan melapor atau tidak, korban memilih mengikhlaskannya," kata Resky, Selasa, 27 Juli 2021.

Baca juga: Kisah Pedagang yang Mendapat Orderan Fiktif

Resky menjelaskan, modus yang digunakan pelaku ini menggunakan nomor yang sama. Dengan memesan via aplikasi whatsapp kepada korban dan memberikan lokasi yang sama. Kemudian setelah para pedagang sampai di tujuan ia langsung menghilang dan memblokir nomor mereka.

Selanjutnya ia menggunakan nama palsu untuk meyakinkan korban dan memfoto alamat yang telah digunakan.

"Ada sekitar tiga korban yang diterima informasi Polresta Bandar Lampung. Dalam aksinya, pelaku ini mencatut nama Husein, yang berdomisili di dekat  Masjid Al-Mabrur, Jalan Gunung Agung, Kupang Kota, Telukbetung Utara," kata dia.

Resky melanjutkan, nama yang dicatut yakni Husen melaporkan ke Polresta Bandar Lampung atas pencatutan namanya oleh oknum pengorder fiktif.

"Makanya kami sedang mendalami, pak Husen juga laporan kemarin malam," kata dia.

Terpisah, Husen bersama istrinya datang ke Polreta Bandar Lampung untuk melaporkan kejadian itu pada Senin, 26 Juli 2021, sekitar pukul 20.00 WIB.

"Iya ini kami dari laporan," kata dia.

Winarko







Berita Terkait



Komentar