#pembobolanatm#beritalamsel#kriminal

Polisi Buru Kawanan Pembobol ATM Minimarket Katibung 

( kata)
Polisi Buru Kawanan Pembobol ATM Minimarket Katibung 
Petugas melakukan pemeriksaan ATM yang dibobol kawanan penjahat. Lampost.co/Perdhana


Kalianda (Lampost.co): Tekab 308 Polres Lampung menerjunkan personel untuk mengungkap kasus pembobolan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) yang berada di dalam minimarket, di Desa Tanjungratu, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan.

Kapolsek Katibung AKP Defrison mengatakan tim gabungan dari Tekab 308 Polres Lampung Selatan dan Polsek Katibung sudah bergerak memburu pelaku pembobol mesin ATM.

"Tim sudah turun. Sedang kami lidik dan sudah olah TKP, minta keterangan saksi dan mengecek CCTV," ujarnya, Senin, 20 Juli 2020. 

Mantan Kapolsek Candipuro itu menjelaskan pihaknya masih menunggu hasil rekaman kamera pengintai atau CCTV milik BRI yang terpasang di mesin ATM tersebut. 

"Kami masih menunggu, karena CCTV yang di ATM disiram oleh salah seorang pelaku," kata dia.

Berita terkait: Kawanan Penjahat Bobol ATM di Minimarket Katibung

Pelaku yang terekam CCTV milik minimarket memiliki ciri-ciri, satu pelaku tubuhnya kurus dan tinggi sedangkan pelaku lainnya bertubuh kurus dan sedikit pendek. 

Komplotan pelaku yang diperkirakan lebih dari dua orang itu masuk minimarket dengan cara menjebol atap samping, Senin, 20 Juli 2020, sekitar pukul 03.48 WIB.

"Ambil duit di mesin ATM BRI dan lima botol air minum mineral, barang lain tidak ada yang hilang," kata Dina Sulistia (22) salah seorang pegawai minimarket.

Saat beraksi, kedua pelaku menggunakan topeng, sarung tangan, dan memakai sweater warna biru. Sedangkan pelaku satunya menggunakan sweater warna hitam. 

Kedua pelaku membawa uang tunai puluhan juta rupiah yang berasal dari mesin ATM BRI yang mereka bobol menggunakan alat las. 

Setelah berhasil membobol mesin ATM, para pelaku melarikan diri melalui atap yang dibobol saat mereka masuk ke dalam minimarket. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, uang yang berada di dalam mesin ATM BRI tersebut diperkirakan mencapai Rp79 juta, karena baru diisi tiga hari sebelum kejadian.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar