#kriminal#beritalamsel#pencurian

Polisi Buru Kawanan Maling Pembobol Minimarket di Katibung

( kata)
Polisi Buru Kawanan Maling Pembobol Minimarket di Katibung
Lokasi atap minimarket di Desa Babatan, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan yang di bobol kawanan maling. Foto: Dok


Kalianda (Lampost.co): Tim gabungan Tekab 308 Polres Lampung Selatan dan Polsek Katibung masih melakukan penyelidikan kasus pembobolan minimarket di Desa Babatan, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan yang terjadi beberapa hari lalu.

Kapolsek Katibung AKP Defrison mengatakan pihaknya menerjunkan tim gabungan untuk melakukan penyelidikan terkait pembobolan minimarket. "Masih lidik, dilakukan tim gabungan," kata dia, Rabu, 11 November 2020.

Dia menjelaskan dua minimarket di Katibung yang dibobol kawanan maling memiliki konstruksi bangunan kurang layak keamanannya. "Atap bangunannya menggunakan rangka baja dan di plafon, sangat rentan," ujarnya.

Sebelumnya kawanan maling, membobol mesin ATM yang berada di dalam minimarket di Desa Tanjungratu, Kecamatan Katibung, Senin, 20 Juli 2020, sekitar pukul 03.48. 

Kawanan maling yang berjumlah lebih dari satu orang itu masuk minimarket dengan cara membobol atap dan berhasil menguras uang puluhan juta didalam mesin ATM BRI. 

Terakhir, dengan modus yang sama, kawanan maling menjebol atap minimarket di Desa Babatan, Kecamatan Katibung, dan membongkar brangkas. 

"Pelaku berhasil membawa uang tunai Rp49 juta yang berada dalam brangkas," kata Yogi salah seorang karyawan minimarket. 

Selain membawa uang tunai, kawanan maling di minimarket Desa Babatan itu, membawa rokok Surya 16 sebanyak 31 bungkus, rokok Sampoerna Mild sebanyak 9 bungkus dan beberapa botol minuman. 

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Lampost.co, kejadian dibobolnya minimarket Desa Babatan yang terletak di tepi jalinsum itu bukan yang pertama kalinya. 

Awal tahun 2017 silam, tembok samping minimarket Desa Babatan di jebol menggunakan obeng dan palu oleh kawanan pencuri. 

Kedua pencuri berhasil membawa rokok dan barang dagangan berharga lainnya yang berada didalan minimarket senilai sekitar Rp20 juta. 

Sebulan kemudian, seorang pelaku pencurian warga Desa Babatan berhasil diringkus, sedangkan rekannya berhasil melarikan diri.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar