#asusila#pencabulan

Polisi Buka Kemungkinan Tersangka Lain soal Pencabulan Gadis 

( kata)
Polisi Buka Kemungkinan Tersangka Lain soal Pencabulan Gadis 
Ilustrasi:Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Polresta Bandar Lampung terus melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap tindak pidana asusila, dengan korban gadis berusia 14 tahun berinisial T, warga Bandar Lampung. Tidak menutup kemungkinan ada pelaku lainnya yang berbuat asusila terhadap korban. Sebab, Komnas PA Bandar Lampung ketika mendampingi korban saat melapor, mengatakan setidaknya diduga ada empat pelaku yang terlibat.

"Masih proses penyelidikan dan penyidikan, jika ada fakta atau bukti baru akan ditindaklanjuti, sementara dua pelaku yang kami tetapkan berdasarkan alat bukti dan gelar perkara," ujar Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Resky Maulana, melalui telepon, Minggu 31 Januari 2021.

Di sisi lain, Ketua Komnas PA Bandar Lampung Ahmad Apriliandi Passa, mengatakan meski butuh waktu sekitar dua bulan lebih dalam menangani perkara tersebut. LPA mengapresiasi  penyidik di Polresta Bandar Lampung yang menangani kasus tersebut.

"Dengan ditetapkannya dua tersangka pada kasus kekerasan seksual pada gadis penjual kerupuk, kami berharap terduga  pelaku lainnya dapat ditetapkan jadi tersangka juga, agar pelaku kejahatan seksual terhadap anak ini dapat efek jera dan tidak melakukan tindakan serupa." ujarnya melalui telepon, Minggu 31 Januari 2021.

Ahmad Passa berharap kasus yang melibatkan anak dapat cepat dan tepat tertangani dengan baik, sehingga tidak berlarut-larut dan dapat mempengaruhi psikis/trauma korban dan keluarganya yang dirundung nestapa.

Sebelumnya, Polresta Bandar Lampung resmi menetapkan dua tersangka pencabulan terhadap  T (14) gadis asal Bandar Lampung. Kedua pelaku yakni, Paryan (71)  Wirja (68) warga Bandar Lampung.

"Sudah kami tetapkan sebagai tersangka dari serangkaian pemeriksaan saksi dan pengumpulan alat bukti, hingga gelar perkara," kata Resky.


Dari pemeriksaan keduanya, pelaku mencabuli korban dengan modus memberikan uang tunai sebesar Rp50 ribu. Perbuatan dilakukan sekitar September 2019 hingga September 2020. Diduga sudah berulang kali keduanya mencabuli korban.

"Masih kami melakukan pemeriksaan secara intensif," papar alumnus akpol 2006 itu.


Beberapa barang bukti yakni berbagai pakaian yang digunakan korban disita sebagai barang bukti. Akan tetapi sementara keduanya tidak ditahan. Alasannya, karena kedua tersangka sudah lanjut usia, kondisi kesehatan memburuk, dan mengantisipasi penyebaran pandemi covid 19.

"Sementara tidak kami tahan, tapi kami pastikan perkara terus berlanjut karena sudah ada tersangka. Sudah ada penjamin juga dari keluarga," katanya.


 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar