#Peristiwa#Kecelakaan-Maut

Polisi Bidik Tersangka Baru Kecelakaan Beruntun di Purwodadi

( kata)
Polisi Bidik Tersangka Baru Kecelakaan Beruntun di Purwodadi
Kecelakaan beruntun di Purwodadi, Pasuruan, Jawa Timur, Minggu, 22 Desember 2019. Foto: ANT/ Muhammad Yusuf

Pasuruan (Lampost.co) -- Kecelakaan beruntun yang melibatkan truk trailer, tiga mobil, dan satu motor di Jalan Raya Malang-Surabaya, tepatnya di Desa Sentul, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada Minggu, 22 Desember 2019, menetapkan satu tersangka yakni sopir truk trailer, S. Polisi tidak menutup kemungkinan tersangka baru dalam kecelakaan tersebut.

"Tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru,"kata Kapolda Jawa Timur Irjen Luki Hermawan di lokasi kecelakaan, saat Headline News Metro Tv, Selasa, 24 Desember 2019.

Luki melanjutkan pihaknya tengah mengarah ke pemilik kendaran alat berat. Lantaran, kata Luki, alat berat diangkut bukan dengan truk trailer sesuai peruntukan.

"Kami akan proses dalan penyidikan dan akan dikenakan Undang-undang tertentu," ujarnya.

Dia memastikan pemilik truk juga akan diproses. Dia beralasan lantaran sopir truk trailer yang dipekerjakan tidak memiliki SIM, padahal sudah 18 bulan bekerja.

Kecelakaan bermula saat trailer nomor polisi S 9066 UU yang memuat alat berat berjalan dari arah selatan ke utara (Malang ke Surabaya) diduga mengalami rem blong. Tujuh orang tewas dalam kecelakaan tersebut.

Trailer dikemudikan Slamet Zuhdi, 48, asal Nganjuk menabrak bagian belakang kendaraan Suzuki Karimun L 1119 FE yang sedang berhenti hendak berbelok ke arah timur.

Kemudian truk trailer berpindah lajur, sehingga menabrak gapura desa. Sedangkan alat berat jatuh ke kiri dan menimpa mobil Ayla yang sedang berjalan di lajur lambat dari arah utara ke selatan (Surabaya-Malang).

Akibat kejatuhan alat berat, mobil Ayla terguling dan tertabrak mobil Sigra berjalan di lajur lambat dari arah utara ke selatan (Surabaya-Malang). Tujuh orang tewas dan dievakuasi ke RSUD Bangil, Pasuruan.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar