Internasionaldemo

Polisi Belarusia Tangkap 100 Orang dalam Demo Lanjutan

( kata)
Polisi Belarusia Tangkap 100 Orang dalam Demo Lanjutan
Ribuan orang berunjuk rasa di Minsk, Belarusia, Minggu 6 September 2020. (Foto: TUT.BY/AFP)

Minsk (Lampost.co) -- Kepolisian Belarusia menangkap setidaknya 100 demonstran di ibu kota Minsk dan kota-kota lainnya di tengah berlanjutnya aksi protes menentang Presiden Alexander Lukashenko pada Minggu 6 September.

Demonstrasi terkait hasil pemilihan umum Belarusia ini sudah berlangsung selama empat pekan.

Di Minsk, aparat keamanan menggunakan semprotan merica dalam menghalau gerakan pedemo di dekat istana kepresidenan. Beberapa pengunjuk rasa yang dianggap provokator telah ditangkap.

Dikutip dari laman BBC, Senin 7 September 2020, ribuan orang kembali turun ke jalanan Belarusia dalam mendesak Lukashenko untuk segera mundur dari jabatannya.

Mereka menilai petahana telah berbuat curang dalam pilpres pada 9 Agustus lalu. Komisi Elektoral Belarusia menyatakan Lukashenko meraih 80,1 persen suara, sementara tokoh oposisi Svetlana Tikhanovskaya hanya 10,12 persen.

Lukashenko, yang telah berkuasa di Belarusia sejak 1994, dituding mencurangi proses pemungutan suara. Tikhanovskaya menegaskan jika surat suara dihitung dengan benar, seharusnya ia bisa mengalahkan Lukashenko lewat raihan 60 hingga 70 persen suara.

Unjuk rasa memprotes hasil pilpres Belarusia sejauh ini telah menewaskan empat orang dan melukai ratusan lainnya. Lukashenko menuding adanya kekuatan Barat di balik gelombang protes di negaranya.

Pengunjuk rasa, aktivis hak asasi manusia, dan pengawas mengatakan bahwa polisi antihuru-hara Belarusia bertindak brutal dan represif dalam menangani aksi protes warga.

Polisi Belarusia juga kerap menangkap sejumlah tokoh tanpa alasan jelas selama berlangsungnya aksi protes. Tidak hanya itu, sejumlah jurnalis juga sempat ditangkap aparat, dan beberapa di antaranya bahkan kehilangan akreditasi usai dicopot Pemerintah Belarusia.

Menghindari penangkapan, sejumlah tokoh oposisi -- termasuk Tikhanovskaya -- telah melarikan diri ke luar negeri. Sabtu kemarin, aktivis Olga Kovalkova menjadi salah satu tokoh oposisi terbaru yang melarikan diri.

Ia terpaksa berlindung di Polandia karena mengaku adanya ancaman penahanan atas perintah Lukashenko.

Winarko



Berita Terkait



Komentar