#Pencurian

Polisi Bekuk Pencuri Burung Murai dan Mesin Air

( kata)
Polisi Bekuk Pencuri Burung Murai dan Mesin Air
Terduga pencuri burung di Terbanggibesar. Dok Polres


Gunungsugih (Lampost.co) -- Jajaran Polsek Terbanggibesar menangkap sejumlah pelaku pencurian burung dan penadahnya. Selain itu pada kasus terpisah, petugas juga mengamankan seorang pencuri mesin air milik warga.

Tiga pencuri burung berinisial Al (27), warga Indra Putra Subing, Ap (24), dan Th (27), warga Bandarjaya Timur, Kecamatan Terbanggibesar Lamteng, ditangkap pada Kamis, 11 Februari 2021. Kemudian Fbs (30) yang diduga sebagai penadah juga terseret.

Sedangkan Ks (35), warga Wirata Agung, Seputih Mataram Lamteng, yang diduga mencuri dan menggadaikan pompa air dibekuk jajaran Polsek Seputih Mataram.

Kapolsek Terbanggibesar Kompol Sutana Yusuf mewakili Kapolres Lampung Tengah AKBP Popon Ardianto Sunggoro, mengatakan para pelaku ditangkap di rumah mereka masing-masing.

"Para pelaku pencurian burung ditangkap berdasarkan laporan korban Apri Maryon (44), warga Kampung Poncowati Kecamatan Terbanggi besar Kab lampung Tengah, dengan Nomor : LP/ 40-B / I / 2021 / Polda LPG / Res Lamteng / Sek Tebas, tanggal 27 Januari 2021," ujarnya, Sabtu, 13 Februari 2021.

Diketahui mereka beraksi di rumah korban pada Rabu, 27 Januari 2021, sekitar pukul 03.30 WIB, saat semua penghuni rumah masih terlelap. Para pelaku mencuri tujuh ekor burung Murai dengan cara memanjat pagar rumah korban menggunakan tangga kayu. Kemudian burung curian dijual kepada Fbs (penadah) seharga Rp3.500.000, yang kemudian uang tersebut dibagi rata oleh para pelaku.

"Setelah penyelidikan, para pelaku kami tangkap dengan barang bukti tiga ekor burung murai batu dewasa, serta satu ekor burung murai batu anakan yang belum sempat laku terjual," kata Kompol Sutana.

Sementara dari Seputih Mataram, Kapolsek Iptu Jepri Saeffuloh, SH, MH, mewakili Kapolres Lampung Tengah AKBP Popon Ardianto Sunggoro, mengatakan  pelaku Ks ditangkap bersadarkan laporan korban, Made Rumanda (35), warga Kampung Wirata Agung, Kecamatan Seputih Mataram Lampung Tengah dengan Nomor Laporan : LP / 48-B / II / 2021 / LPG / REs Lamteng / Sek Semat, tanggal 12 Februari 2021.

Korban melaporkan hilangnya mesin air alkon merk Nishikawa warna biru yang ia tempatkan di perladangan miliknya, di Kampung Wirata Agung. Selanjutnya, korban mencari informasi untuk membeli mesin second sebagai ganti. Tetapi, ia justru mendapat informasi dari seorang saksi, bahwa mesin milik korban dititipkan oleh pelaku kepada saksi, karena pelaku memiliki hutang Rp300. 000.

Selanjutnya saksi menyerahkan mesin itu kepada korban. Kemudian korban menceritakan hal itu kepada danton linmas yang segera bergerak bersama anggota Polsek Seputih Mataram untuk menangkap pelaku.

"Kami mengamankan pelaku dan barang bukti berupa mesin air yang sempat hilang itu, " kata Kapolsek.

Para terduga pelaku pencurian burung dan pencurian mesin air dijerat dengan pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. Sedangkan pelaku Fbs (penadah burung curian) dijerat pasal 480 KUHPidana dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Winarko







Berita Terkait



Komentar