pencurianmaling

Polisi Bekuk Pembobol SMK Negeri 1 Denteteladas

( kata)
Polisi Bekuk Pembobol SMK Negeri 1 Denteteladas
Tersangka (tengah) saat diamankan di Mapolsek. (Dok Polsek).


MENGGALA (Lampost.co) -- Polsek Denteteladas membekuk pelaku pencurian yang beraksi di SMK Negeri 1 Denteteladas, Tulangbawang, dua tahun lalu.

Tersangka yakni Muhammad Sholeh. Pedagang 33 tahun warga Kampung Mahabang, Kecamatan Denteteladas, Tulangbawang, itu ditangkap selang beberapa jam seusai kepala sekolah melaporkan peristiwa pencurian itu ke mapolsek setempat.

"Iya semalam (tersangka ditangkap), Rabu, 9 Desember 2020, sekirta pukul 19.00 WIB, saat sedang berada di rumahnya," ujar Kapolres Tulangbawang AKBP Andy Siswantoro melalui Kapolsek Denteteladas AKP Rohmadi,  Kamis, 10 Desember 2020.

Rohmadi menuturkan, terungkapnya kasus pencurian yang terjadi sekitar Oktober 2018 itu, setelah kepala sekolah setempat Susanto melapor ke Mapolsek Denteteladas pada, Rabu, 9 Desember 2020 sekira pukul 11.00 WIB.

Dalam laporannya, Susanto menyebutkan jika sejumlah barang raib digondol maling. Barang yang raib itu diantaranya, satu unit mesih hand traktor merek quick 61000 dan proyektor merek infocus, kunci pas ring merek tekiro, dan injector tester dengan kerugian ditaksir mencapai Rp24 juta.

"Barang-barang milik sekolah yang hilang tersebut baru diketahui pada bulan Oktober 2018 untuk hari dan tanggalnya lupa, sekira pukul 09.00 WIB. Ketika kepala sekolah bersama dengan guru merapikan dan mengaudit peralatan untuk praktek siswa. Pelapor saat itu baru menjabat sebagai Kepala Sekolah di SMK Negeri 1 Denteteladas," katanya.

Hasil pemeriksaan , lanjut dia, diketahui
Muhammad Sholeh beraksi pada malam hari dan masuk ke dalam ruang praktik dengan cara merusak pintu.

"Pelaku membenarkan kejadian pencurian yang dilakukannya tersebut terjadi pada bulan Oktober 2018, untuk hari dan tanggalnya pelaku juga lupa, yang pastinya malam hari," ujar dia.

Saat ini tersangka masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolsek Denteteladas. Ia terancam dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan dengan pidana penjara maksimal 7 tahun.

 

Winarko







Berita Terkait



Komentar