#Kejahatan#Penipuan

Polisi Bekuk Oknum LSM Tersangka Penipuan

( kata)
Polisi Bekuk Oknum LSM Tersangka Penipuan
Tersangka saat diamankan aparat kepolisian. (Dok Polres Tuba)

Menggala (Lampost.co) -- Oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) asal Kabupaten Tulangbawang Barat dibekuk Team Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polres Tulangbawang. Tersangka diamankan polisi, karena aksi penipuan yang dilakukannya.

Tersangka yakni Wahidin warga Tiyuh Panaragan, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Tulangbawang Barat. Pria berusia 45 tahun itu merupakan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Kasat Reskrim AKP Sandy Galih Putra mengatakan, penangkapan tersangka berdasarkan laporan Ahmad Ansori (53) warga Tiyuh Menggala Mas, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Tubaba tanggal 22 Juli 2019 dan surat dari Kejaksaan Negeri Tulangbawang Nomor : B-1369/L.8.18/Eoh.1/06/2020, tanggal 11 Juni 2020 tentang Berkas Perkara Wahidin telah lengkap atau P21.

"Pelaku ditangkap Jum'at, 19 Juni 2020, sekitar pukul 15.00 WIB, saat sedang berada di rumahnya. Pelaku selanjutnya akan kita serahkan ke pihak Kejaksaan Negeri Tulangbawang karena berkas penyidikannya sudah dinyatakan lengkap," kata Sandy, Sabtu, 20 Juni 2020.

Sandy membeberkan aksi penipuan yang dilakukan tersangka bermula tahun 2016 silam. Tersangka mendatangi korban di rumahnya untuk meminjam uang sebesar Rp40 juta dengan alasan untuk menebus kendaraan milik tersangka yang sedang digadaikan.

Namun, lantaran kedatangannya tidak dihiraukan korban. Ia kembali mendatangi korban beberapa hari kemudian. Tersangka, lanjut Sandy, mendatangi korban dengan menawarkan proyek sumur bor dengan sistem bagi keuntungan. Mendengar penjelasan dari tersangka, kata Sandy, korban pun tertarik dan menyerahkan uang tunai Rp36 juta.

"Awal tahun 2018 korban mendatangi pelaku dan menanyakan keuntungan dari proyek sumur bor yang dijanjikannya. Tetapi pelaku berdalih kalau proyek tersebut sudah diambil orang lain. Korban lalu meminta uangnya untuk di kembalikan dan pelaku saat itu hanya mengembalikan uang sebesar Rp10 juta sedangkan sisanya Rp26 juta tak kunjung dikembalikan hingga korban melapor ke Mapolres Tulangbawang," ujar dia.

Tersangka terancam dijerat dengan Pasal 378 KUHPidana tentang Penipuan dan atau Pasal 372 KUHPidana tentang Penggelapan dengan ancaman penjara paling lama 4 tahun.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar